JURANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 42 pengurus Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang resmi dilantik di Aula Balaikota Semarang. Pelantikan ini merupakan bagian dari program kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tahun 2026 yang didukung APBD.
Walikota Dukung Generasi Muda Pengemban Amanah Pancasila
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan dukungannya kepada para generasi muda yang akan mengemban amanah baru sebagai Duta Pancasila.
“Hari ini kita mendukung anak muda hebat yang akan mengemban amanah baru sebagai duta pancasila. Di Kesbangpol, kegiatan mereka ini didukung dan mudah-mudahan ini menjadi tiang-tiang menguatkan bagi masyarakat di mana pun mereka berada,” kata Agustina usai pelantikan.
Integritas dan Semangat Pengabdian Sebagai Benteng Diri
Agustina menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari bagi para Duta Pancasila. Ia mengajak mereka untuk menunjukkan bahwa generasi muda Semarang mampu menjadi benteng diri yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi.
“Perilaku sehari-hari harus mencerminkan integritas. Marilah kita tunjukkan bahwa generasi muda semarang mampu menjadi benteng diri yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi,” ajaknya.
Gotong Royong Sebagai Esensi Pancasila
Walikota juga mengingatkan bahwa ilmu, jabatan, dan popularitas tidak akan berarti tanpa empati dan semangat pengabdian. Ia menekankan bahwa esensi Pancasila dapat diperas dalam satu kata, yakni gotong-royong. Dengan berpikir gotong royong, seseorang akan cenderung membangun hubungan baik, menciptakan kondusivitas, dan menghadirkan kedamaian di lingkungan tempat ia berada.
DPPI: Wadah Alumni Paskibraka Jadi Agen Pancasila
Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramushinto, menjelaskan bahwa DPPI merupakan organisasi baru yang dibentuk untuk mewadahi para purna Paskibraka. Organisasi ini hadir di semua jenjang pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.
Dia menambahkan, DPPI adalah wadah interaksi dan komunikasi bagi purna-purna Paskibraka yang memiliki kemampuan akademis di atas rata-rata, sehingga diharapkan dapat menjadi agen Pancasila dan agen pembaharuan di lingkungan masing-masing.
(*)















Komentar