MAGELANG, JURANEWS.ID – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) mendorong penguatan produktivitas pertanian dan pengelolaan sampah organik di Desa Sumberejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Program yang melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rezki dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat itu mencakup bantuan sarana pengolahan sampah, pembangunan greenhouse, kendaraan logistik, serta pelatihan pengelolaan limbah dan penanganan pascapanen.
Dalam keterangan pers yang dirilis untuk menyambut Hari Listrik Nasional ke-81, PLN PUSMANPRO menyebut program tersebut turut mendorong lahirnya produk hortikultura lokal bermerek Sayur Segar Merbabu. Produk ini dikembangkan dengan kemasan yang lebih tertata dan pengelolaan kualitas pascapanen.
Dukungan kendaraan logistik juga disebut membantu distribusi hasil pertanian ke pasar yang lebih luas. Bahkan, produk Sayur Segar Merbabu dilaporkan telah memasok kebutuhan sayuran untuk sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah sekitar.
PLN PUSMANPRO menyatakan pendapatan anggota Gapoktan Rezki dan KWT Sumberejo meningkat hingga 36,3 persen setelah program pemberdayaan tersebut dijalankan.
Namun, keterangan pers yang disampaikan belum merinci periode pengukuran, nilai pendapatan sebelum dan sesudah program, maupun jumlah anggota yang menjadi dasar penghitungan. Data tersebut diperlukan untuk melihat besaran dampak ekonomi program secara lebih terukur.
Ketua Gapoktan Rezki, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PLN. Menurut dia, dukungan tersebut membantu kelompok tani memproduksi pupuk kompos secara mandiri sehingga dapat mengurangi biaya pembelian pupuk.
“Kami berterima kasih banyak kepada PLN. Berkat bantuannya, sekarang kami bisa memproduksi pupuk kompos secara mandiri sehingga mengurangi biaya pembelian pupuk,” ujar Slamet.
General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.
“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Bantuan pengolahan limbah sayuran serta pengolahan pascapanen ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” kata Aan.
Pengolahan Sampah Organik Capai 43,3 Persen
Selain mendukung sektor pertanian, program TJSL tersebut diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah organik dari aktivitas panen. Melalui sarana drop box dan pelatihan, limbah sayuran diolah menjadi bahan baku pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian.
PLN PUSMANPRO menyebut tingkat pengolahan sampah di Desa Sumberejo meningkat hingga 43,3 persen. Meski demikian, keterangan yang tersedia belum menjelaskan metode penghitungan, periode evaluasi, maupun volume sampah yang berhasil diolah.
Kepala Desa Sumberejo, Subandi, menyampaikan terima kasih atas dukungan PLN dan berharap bantuan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN PUSMANPRO yang sudah memberikan bantuan di desa kami. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga kami,” ujar Subandi.
Program ini memperlihatkan upaya menghubungkan pengelolaan limbah, peningkatan nilai tambah hasil panen, dan distribusi produk pertanian. Keberlanjutan manfaatnya akan bergantung pada kemampuan kelompok tani menjaga kualitas produk, memperluas akses pasar, serta mempertahankan sistem pengolahan sampah setelah pendampingan program berlangsung.
Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan pemerintah desa, PLN PUSMANPRO berharap pemberdayaan masyarakat di Sumberejo dapat mendukung produktivitas pertanian, penguatan ekonomi warga, dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
(*)








Komentar