KENDALTORNADO.ID, SOLO – Kendal Tornado FC bertekad melanjutkan tren positif saat menjamu Persela Lamongan pada laga penutup putaran pertama Grup B Pegadaian Championship 2026/2027.
Pertandingan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (8/11/2026) pukul 19.00 WIB.
Laskar Badai Pantura datang dengan modal kepercayaan diri setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dalam ajang ILeague Cup pekan lalu. Selain itu, Kendal Tornado FC menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan kedelapan kompetisi.
Catatan pertemuan juga berpihak kepada tim besutan Stefan Keeltjes. Dari tiga pertemuan sebelumnya, Kendal Tornado FC berhasil meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Gelandang Kendal Tornado FC, Akbar Firmansyah, mengakui hasil positif tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk kembali meraih kemenangan.
“Tentu dari para pemain lebih bersemangat untuk melanjutkan tren positif itu. Kami akan bekerja keras di pertandingan besok malam,” kata Akbar dalam sesi pre-match press conference, Sabtu (7/11/2026).
Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, menegaskan timnya ingin memaksimalkan momentum tersebut. Terlebih, pertandingan melawan Persela menjadi kesempatan bagi Laskar Badai Pantura untuk memperbaiki catatan saat bermain sebagai tuan rumah.
Stefan mengaku tidak ingin timnya kembali kehilangan poin seperti dalam dua pertandingan kandang sebelumnya di Pegadaian Championship.
“Kita di putaran pertama ini sudah kehilangan empat poin. Harapannya anak-anak bisa maksimalkan kesempatan agar tidak hilang poin lagi,” jelasnya.
Selain penyelesaian akhir, Stefan juga menyoroti persoalan konsentrasi dan antisipasi situasi pertandingan pada menit-menit akhir. Hal itu menjadi bahan evaluasi setelah Kendal Tornado FC gagal meraih kemenangan saat menghadapi Barito Putera dan Deltras FC akibat kebobolan di penghujung laga.
Menurut Stefan, kebobolan pada menit akhir bukan semata-mata disebabkan pemain kehilangan konsentrasi. Ia menilai banyaknya peluang yang gagal dimaksimalkan turut memberikan kesempatan bagi lawan untuk bangkit, termasuk melalui situasi bola mati atau set-piece.
“Kita ingin lebih cepat membaca situasi di saat pemain kelelahan atau dengan kontra strategi sehingga tidak kecolongan lagi di menit akhir. Kebobolan menit akhir bukan berarti lengah, tapi kita banyak buang peluang dan lawan jadi semangat. Harapan besok anak-anak bisa lebih baik dan saat unggul tidak menurun,” tegas Stefan.
Laga melawan Persela menjadi kesempatan bagi Kendal Tornado FC untuk menutup putaran pertama dengan hasil maksimal sekaligus mempertahankan status sebagai tim yang belum terkalahkan di Grup B.
(*)








Komentar