JURANEWS.ID, SEMARANG – Setelah pertandingan berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan, pelatih tim Kendal Tornado FC, Stefan Keetjes memberikan tanggapan terkait performa anak asuhnya yang dinilai kurang fokus terutama setelah harus bermain dengan 10 pemain.
Dalam sesi wawancara seusai laga, ia mengungkapkan bahwa sebenarnya timnya mampu mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang, namun gagal memanfaatkannya secara maksimal.
“Kita sebenarnya sudah mampu menciptakan banyak peluang dan mendominasi pertandingan. Tapi setelah terjadi situasi di mana kami bermain dengan 10 orang, anak-anak mulai kehilangan fokus dan emosinya tidak stabil,” ujar sang pelatih, Jumat (17/10).
Ia menegaskan bahwa aspek mental menjadi salah satu faktor penting yang akan menjadi evaluasi utama untuk pertandingan berikutnya.
Pelatih juga menyoroti bahwa performa tim secara keseluruhan belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, ada beberapa detail kecil yang perlu diperbaiki agar tim bisa kembali tampil solid di laga selanjutnya.
“Secara permainan sebenarnya tidak buruk, tapi hasilnya belum sesuai target. Kita kehilangan momen penting dan tidak maksimal dalam penyelesaian akhir,” jelasnya.
Terkait insiden kartu merah yang diterima salah satu pemainnya, sang pelatih memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh.
Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada wasit sebagai pihak yang berwenang di lapangan.
“Saya tidak ingin banyak berkomentar soal kartu merah. Itu ranah wasit, mereka yang punya kuasa. Tapi menurut saya ada beberapa momen sebelum insiden itu yang juga seharusnya diperhatikan,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dan memperbaiki kesalahan yang terjadi agar dapat tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.
“Kita akan evaluasi dan perbaiki apa yang kurang. Fokus, disiplin, dan mental harus jadi perhatian utama ke depan,” tutup pelatih.
(*)








Komentar