JURANEWS.ID, SLAWI – Bank Jateng menunjukkan komitmen kepeduliannya terhadap masyarakat melalui aksi cepat tanggap bencana. Menanggapi status tanggap darurat akibat gerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Bank Jateng menyalurkan dukungan CSR untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak di pengungsian pada Jumat, (06/2/2026).
Bencana yang terjadi sejak awal Februari tersebut mengakibatkan sedikitnya 282 rumah rusak dan memaksa sekitar 1.535 jiwa mengungsi ke posko sementara. Di antara para pengungsi, terdapat 526 santri dari Pondok Pesantren Al-Adalah yang turut dievakuasi.
Langkah dukungan yang dilakukan di Posko Darurat BPBD ini diambil sebagai wujud empati untuk memastikan warga, terutama kelompok rentan, mendapatkan pendampingan yang layak selama masa sulit.
Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi, Heri Riyanto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat.
“Kami merasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Padasari. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan mendasar para pengungsi, terutama anak-anak dan santri, dapat segera tercukupi sehingga mereka merasa lebih tenang dan terbantu di masa darurat ini,” ungkapnya.
Dukungan Bank Jateng dialokasikan secara strategis untuk menyokong operasional dapur umum yang melayani hingga 4.605 porsi konsumsi setiap harinya. Tak hanya itu, bantuan juga diperluas ke sektor logistik darurat yang mencakup penyediaan sembako, air bersih, serta perlengkapan sanitasi bagi warga terdampak.
Pada aspek kesehatan dan kenyamanan pengungsi, dukungan ini mencakup penyediaan obat-obatan, layanan medis mobile, hingga kebutuhan sarana hunian sementara seperti terpal, kasur lipat, dan lampu darurat untuk meminimalisir risiko penyakit serta dampak trauma selama berada di pengungsian.
Penyaluran dukungan ini dilakukan dengan koordinasi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal guna memastikan distribusi yang tepat sasaran.
Melalui sinergi yang terjalin di lapangan, diharapkan beban para pengungsi dapat berkurang dan proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan lebih optimal. Semangat gotong royong ini menjadi bukti nyata kehadiran Bank Jateng di tengah masyarakat Jawa Tengah.
(*)








Komentar