JURANEWS.ID, BATANG – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan rel Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 12.51 WIB. Sebuah kereta api menabrak tiga perempuan yang tengah berjalan kaki di sekitar jalur rel. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kereta yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah Tawang Jaya Premium, yang melaju dari arah Stasiun Poncol menuju Pasar Senen. Saat melintas di wilayah Ujungnegoro, kereta menabrak ketiga korban yang berjalan berjajar di sekitar rel.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Rutinah (54), warga Desa Ujungnegoro. Sementara dua korban lainnya, Dasti (60) dan Darminah (37), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Perangkat Desa Karanggeneng, Rudi, yang juga merupakan anak dari salah satu korban, menyebut ketiganya baru saja pulang setelah menjenguk saudara yang mengalami kecelakaan di Desa Karanggeneng.
“Ketiganya berjalan berjajar hendak pulang. Memang sebagian warga masih menggunakan jalur rel sebagai akses dari Ujungnegoro ke Karanggeneng. Tiba-tiba datang kereta dari arah timur ke barat dan langsung menyambar,” ujar Rudi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, tubuh korban sempat terseret sejauh kurang lebih 10 meter dari titik awal benturan. Peristiwa yang berlangsung cepat itu sontak membuat warga sekitar panik dan berupaya memberikan pertolongan.
Rudi menambahkan, jalur rel tersebut kerap dijadikan jalan pintas oleh warga, meskipun bukan merupakan akses resmi dan tidak dilengkapi fasilitas pengamanan seperti palang pintu atau penjaga perlintasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun PT Kereta Api Indonesia terkait kronologi detail serta hasil penyelidikan kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur rel yang masih digunakan warga sebagai akses aktivitas harian. Masyarakat diimbau untuk tidak berjalan maupun beraktivitas di atas rel demi keselamatan bersama, mengingat jalur tersebut merupakan area terbatas dengan risiko tinggi.
(*)








Komentar