Digitalisasi Pembayaran Bantu Usaha Laundry Kelola Arus Kas Lebih Rapi

Digitalisasi pembayaran QRIS bantu pelaku usaha laundry kelola transaksi dan arus kas lebih efisien

JURANEWS.ID, JAKARTA – Transformasi digital kian dirasakan pelaku usaha kecil, termasuk bisnis laundry. Pemanfaatan pembayaran nontunai melalui QRIS yang terhubung ke DANA Bisnis membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara otomatis dan memantau arus kas lebih tertata.

Salah satunya dirasakan Irfan, pemilik Mau Laundry. Ia mengaku terbantu karena setiap pemasukan tercatat secara digital di aplikasi DANA Bisnis. Catatan transaksi tersebut memudahkannya mencocokkan pembayaran pelanggan dengan cucian yang telah diambil tanpa perlu menghitung uang tunai satu per satu setiap hari.

Menurut Irfan, langkah sederhana seperti memisahkan uang usaha dan uang pribadi ternyata membawa dampak besar terhadap pengelolaan keuangan. Dengan jalur dana yang terpisah, ia dapat melihat pemasukan bersih, menghitung biaya operasional secara lebih akurat, serta mengambil keputusan belanja tanpa sekadar memperkirakan.

Sejak menerima pembayaran melalui QRIS yang langsung masuk ke akun DANA Bisnis, arus kas usaha Irfan tercatat terpisah dari akun pribadinya. Ia tidak lagi direpotkan dengan proses memilah uang manual, sehingga kontrol terhadap keuangan usaha menjadi lebih jelas dan sistematis.

Perputaran kas yang cepat juga menjadi kebutuhan utama dalam bisnis laundry. Kebutuhan harian seperti deterjen, plastik laundry, dan perlengkapan operasional lain menuntut ketersediaan dana yang siap digunakan. Sistem pembayaran digital memungkinkan saldo hasil transaksi langsung dimanfaatkan kembali tanpa harus menunggu proses pencairan yang memakan waktu.

Dalam operasionalnya, Irfan memanfaatkan saldo di DANA Bisnis untuk berbelanja kebutuhan usaha. Dana dari pembayaran pelanggan dapat langsung digunakan kembali melalui aplikasi yang sama tanpa perlu transfer antar rekening, sehingga operasional tetap berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

“Waktu awal mengelola Mau Laundry, saya lebih banyak mengandalkan ingatan sehingga sulit memperkirakan kapan usaha akan ramai. Akibatnya, saya kesulitan mengatur pengeluaran juga. Setelah menggunakan DANA Bisnis, saya bisa lebih mudah membaca kondisi usaha saya,” ujar Irfan.

Kini, Mau Laundry telah beroperasi di Jakarta Timur dan Bekasi serta mulai membuka peluang kemitraan untuk ekspansi. Irfan menilai digitalisasi membuat transaksi dan arus kas lebih tertata, pekerjaan repetitif berkurang, serta risiko kesalahan semakin kecil—membantu usahanya tumbuh lebih stabil, terutama pada hari-hari dengan lonjakan pelanggan.

(*)

Komentar