JURANEWS.ID, , MAGELANG – Kodim 0705/Magelang membantah tegas tudingan intimidasi terhadap warga yang ramai diberitakan dan viral di media sosial. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Pas Intel Kodim 0705/Magelang, Kapten Arm Ridwan Kamal, Senin (2/3).
Ridwan menjelaskan, kehadiran aparat intelijen di lokasi yang dimaksud semata-mata untuk melakukan pengecekan situasi serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, tidak ada unsur tekanan apalagi perintah untuk mengintimidasi dalam kegiatan tersebut.
“Jadi terkait pemberitaan yang sedang viral tersebut, kami datang ke sana hanya untuk mengecek situasi. Terutama terkait kondisi tanah yang berada di lokasi tersebut,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, aparat hanya berupaya mencari informasi atas adanya penolakan warga di lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pengamanan wilayah.
“Kami hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ada penolakan dari warga dan sebagainya. Tidak ada intimidasi yang dilakukan oleh anggota,” tegasnya.
Ridwan juga memastikan bahwa aparat intelijen tidak berpihak kepada pihak manapun, baik perusahaan maupun kelompok warga tertentu.
Ia kembali menekankan bahwa sekali lagi isu intimidasi tersebut tidak berdasar. Aparat, menurutnya, menjalankan tugas sesuai fungsi pengamanan wilayah dengan mengedepankan pendekatan persuasif dalam setiap kegiatan di lapangan.
“Semua dilakukan dalam rangka menjaga situasi tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Diketahui, polemik tersebut berkaitan dengan penolakan sebagian warga terhadap rencana penambangan tanah urug di Desa Sambeng Kec. Borobudur Kab. Magelang yang berjarak sekitar lima kilometer dari Candi Borobudur.
(*)








Komentar