JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Minggu (15/3/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (16/3/2026) pukul 07.00 WIB. Bencana yang dilaporkan meliputi banjir di Kota Malang, tanah longsor di Kabupaten Ciamis, Kota Semarang, dan Kabupaten Blitar, serta banjir bandang di Kabupaten Sumbawa.
Dalam siaran pers BNPB tertanggal 16 Maret 2026, banjir dilaporkan terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, setelah hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 18.45 WIB memicu peningkatan debit air pada sistem drainase dan aliran sungai. Air meluap ke jalan dan kawasan permukiman warga di sejumlah titik.
Wilayah terdampak berada di dua kecamatan, yakni Kedungkandang dan Blimbing. Lokasi banjir meliputi Kelurahan Lowokwaru dan Kelurahan Tulusrejo di Kecamatan Kedungkandang, serta Kelurahan Purwodadi di Kecamatan Blimbing. BNPB mencatat sekitar 22 kepala keluarga terdampak, dengan 22 rumah mengalami dampak.
BPBD Kota Malang telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta melakukan asesmen di lapangan. Penanganan juga melibatkan komunitas relawan, Kelurahan Tangguh, dan Kecamatan Tangguh. Saat ini, genangan dilaporkan mulai berangsur surut.
Di Provinsi Jawa Barat, hujan deras yang berlangsung cukup lama pada Sabtu (14/3/2026) malam memicu tanah longsor di Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Selain dipicu tingginya curah hujan, longsor juga disebabkan tidak adanya saluran air di sekitar lokasi, sehingga tebing tanah ambrol dan menimpa tembok penahan tanah rumah warga.
Kejadian ini berdampak pada dua desa, yakni Desa Girilaya dan Desa Gardujaya. Sebanyak 6 kepala keluarga atau sekitar 20 jiwa terdampak. Dari sisi kerugian material, tercatat dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, tiga rumah terancam, serta satu kandang domba tertimpa material longsor.
BPBD Kabupaten Ciamis telah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak. Bersama aparat desa dan masyarakat, BPBD juga melakukan penanganan sementara pada tebing longsor secara gotong royong guna mencegah longsor susulan.
Sementara itu di Kota Semarang, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB memicu tanah longsor di sejumlah titik. BNPB menyebut curah hujan tinggi membuat kondisi tanah labil hingga menyebabkan longsoran yang berdampak pada permukiman warga dan infrastruktur.
Longsor terjadi di dua kecamatan, yakni Ngaliyan dan Banyumanik. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bambankerep, Gondoriyo, Tambakaji, Gedawang, dan Padangsari. Akibat kejadian tersebut, sekitar lima kepala keluarga terdampak.
Kerugian material yang tercatat meliputi lima rumah rusak ringan, satu akses jalan terdampak, satu instalasi penerangan warga terganggu, serta satu unit sepeda motor terdampak material longsor. BPBD Kota Semarang bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan dan kecamatan, serta unsur terkait lainnya telah melakukan asesmen awal dan koordinasi penanganan lanjutan. Hingga kondisi mutakhir Minggu (15/3/2026), talud jalan yang longsor dilaporkan belum diperbaiki.
Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan lebat membuat tanah di area tebing menjadi labil hingga longsor dan berdampak pada rumah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni Sunyoto. Selain itu, satu kepala keluarga berjumlah lima jiwa turut terdampak, dan satu unit rumah mengalami dampak akibat material longsor.
BPBD Kabupaten Blitar telah melakukan asesmen dan penanganan awal dengan memasang terpal di area tebing yang longsor untuk meminimalkan potensi longsor susulan. Penanganan juga melibatkan Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Di wilayah lain, banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit aliran air meningkat secara tiba-tiba dan meluap ke kawasan permukiman warga di Desa Ropang, Kecamatan Ropang.
BNPB mencatat sebanyak 305 kepala keluarga atau sekitar 1.220 jiwa terdampak akibat banjir bandang tersebut. Selain itu, sekitar 305 rumah terdampak dan tiga fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan berat, meskipun rincian data masih dalam proses pendataan.
BPBD Kabupaten Sumbawa telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat, sekaligus menerjunkan tim ke lokasi untuk penanganan dan asesmen. Penanganan melibatkan BPBD, TNI/Polri, perangkat desa dan kecamatan, unsur puskesmas, pramuka, relawan, hingga masyarakat setempat.
BNPB menyebut jaringan listrik di wilayah terdampak masih padam, sehingga pelaporan dan penyebaran informasi dari lokasi mengalami kendala. Hingga kini, proses pendataan dan pemantauan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk rutin memantau kondisi cuaca, menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran air, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana, seperti retakan tanah, peningkatan debit sungai, maupun pergerakan tanah di sekitar permukiman.
(*)








Komentar