JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026, UNDIP berhasil menempatkan 10 bidang studi ke dalam daftar global, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya enam bidang.
Pencapaian ini menunjukkan penguatan signifikan kualitas akademik dan riset UNDIP dalam berbagai disiplin ilmu, sekaligus mempertegas langkah menuju universitas berkelas dunia (world class university).
Secara global, pemeringkatan QS WUR by Subject 2026 mengevaluasi 6.277 institusi, dengan 1.912 institusi yang masuk dalam publikasi di 55 bidang studi yang tersebar di 166 negara.
Dari 10 bidang studi yang masuk pemeringkatan, lima di antaranya berhasil menembus jajaran Top 500 dunia, yakni:
Petroleum Engineering (peringkat 151–175)
Law (251–300)
Engineering – Chemical (401–450)
Agriculture & Forestry (401–475)
Social Sciences & Management (451–500)
Sementara lima bidang lainnya juga masuk dalam pemeringkatan global, yaitu:
Arts & Humanities (501–550)
Engineering & Technology (501–550)
Economics & Econometrics (501–550)
Business & Management Studies (551–600)
Medicine (701–850)
Rektor UNDIP, Suharnomo, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
“Peningkatan jumlah subject yang masuk QS WUR by Subject 2026 menunjukkan bahwa UNDIP semakin kompetitif di tingkat internasional. Ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi konsistensi dalam meningkatkan kualitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
UNDIP, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi global, penguatan riset unggulan, serta internasionalisasi program akademik sebagai strategi utama menuju universitas berkelas dunia.
Senada, Wakil Rektor IV UNDIP Bidang Riset dan Inovasi, Wijayanto, menyebut capaian ini sebagai tonggak sejarah bagi UNDIP.
“Untuk pertama kalinya kita berhasil menempatkan 10 subject dalam QS, bahkan ada yang masuk peringkat 100-an. Ini menunjukkan UNDIP semakin adaptif dan kompetitif dalam ekosistem global,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Hadiyanto, menjelaskan bahwa peningkatan ini didukung oleh strategi penguatan jejaring internasional dan visibilitas akademik.
Menurutnya, pemeringkatan QS by Subject menggunakan lima indikator utama, yakni reputasi akademik, reputasi lulusan, jumlah sitasi publikasi, H-index, serta jejaring riset internasional.
“Masuknya empat subject baru menunjukkan bahwa upaya penguatan kolaborasi global dan publikasi bereputasi mulai memberikan dampak signifikan terhadap reputasi UNDIP,” jelasnya.
Ke depan, UNDIP menargetkan peningkatan jumlah bidang studi yang masuk pemeringkatan sekaligus mendorong lebih banyak program studi menembus Top 500 dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan riset interdisipliner, kolaborasi internasional, serta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Capaian ini diharapkan juga berkontribusi terhadap peningkatan posisi UNDIP dalam QS WUR 2027 mendatang.
(*)








Komentar