JURANEWS.ID, SEMARANG – Bursa calon pemimpin kelompok suporter fanatik PSIS Semarang, SneX (Semarang Extreme) untuk periode 2026-2029 semakin memanas seiring mendekatnya hari pemilihan.
Kongres yang menjadi ajang penentuan Ketua Umum SneX akan digelar pada 17 Mei 2026 mendatang di Aula Balaikota Semarang.
Dari sejumlah nama yang beredar, sosok Muchamad Lutfi Al Farizi muncul sebagai kandidat yang mendapatkan perhatian besar.
Banyak pihak menaruh harapan kepadanya untuk membawa perubahan dan semangat baru bagi komunitas suporter di Kota Atlas.
Lutfi bukanlah sosok baru di lingkungan organisasi. Ia telah berpengalaman menjadi bagian dari kepengurusan SneX periode 2023-2026.
Dengan bekal pengalaman tersebut, ia memantapkan langkah untuk maju dan membawa visi besar: menjadikan SneX sebagai organisasi suporter yang solid, cerdas, beretika, dan berbudaya.
Selain aktif di lingkungan suporter, Lutfi juga memiliki latar belakang pendidikan yang membanggakan.
Ia merupakan lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) dengan indeks prestasi kumulatif 3,8.
Prestasi akademis ini membuktikan bahwa suporter masa kini tidak hanya memiliki loyalitas tinggi kepada klub, tetapi juga dibekali dengan kemampuan intelektual yang mumpuni.
Selama bertugas di kepengurusan sebelumnya, Lutfi dikenal sebagai sosok yang andal dalam hal manajemen dan administrasi. Bahkan, ia dijuluki sebagai “arsitek” di balik sistem pengelolaan massa yang terstruktur.
Keahliannya terlihat dari kemampuannya mengelola database anggota, mengurus perizinan kegiatan, hingga menjalin hubungan kerja sama yang harmonis dengan berbagai pihak eksternal maupun manajemen PSIS Semarang.
Misi Menciptakan Suporter Modern
Dalam visi dan misi yang diusungnya, Lutfi menegaskan bahwa ke depan SneX harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi klub kebanggaan, tetapi juga bagi masyarakat Semarang dan dunia sepak bola nasional secara luas.
“Kami ingin membangun ekosistem di mana dukungan kepada PSIS dilakukan dengan sportivitas tinggi, tanpa kekerasan, dan menolak segala bentuk rasisme. SneX harus menjadi kebanggaan Kota Semarang,” tegas Lutfi.
Salah satu program unggulan yang menjadi terobosan adalah pembangunan Ekosistem Ekonomi Kolektif.
Melalui program ini, ia berencana menampung potensi dan bakat yang dimiliki oleh anggota SneX ke dalam berbagai bentuk usaha kreatif.
Tujuannya adalah untuk menciptakan sumber pendapatan mandiri yang dapat menopang keberlangsungan organisasi.
Jika terpilih nanti, Lutfi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dukungan yang ditampilkan. Mulai dari koordinasi di tribun hingga koreografi, yang selama ini menjadi ciri khas Semarang Extreme, akan terus dikembangkan agar semakin menarik dan bermakna.
Dengan bekal keahlian dalam penyelesaian masalah dan penanganan situasi krisis, ia juga siap menghadapi berbagai tantangan yang kerap muncul di dunia suporter.
“SneX harus lebih solid, kreatif, dan tertib. Citra positif adalah hal yang tidak bisa ditawar, agar kita bisa menjadi mitra strategis bagi klub. Tentu saja, kita tetap bisa memberikan teror mental bagi tim lawan, namun dengan cara yang sportif dan beradab,” tambahnya.
Kini, seluruh mata pendukung PSIS Semarang tertuju pada proses pemilihan yang akan berlangsung sebentar lagi. Akankah tangan dingin Muchamad Lutfi Al Farizi membawa SneX memasuki era baru yang lebih profesional dan bermartabat? Jawabannya akan segera terungkap.
(*)







Komentar