JURANEWS.ID, DEMAK — Tradisi tahunan Sedekah Bumi Apitan kembali digelar meriah di Makam Simbah Brojodipo, Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan budaya dan religi yang telah menjadi warisan turun-temurun masyarakat tersebut dikemas melalui pengajian umum dan doa bersama untuk para leluhur desa.
Sejak siang hari, ribuan warga memadati lokasi acara. Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan kuatnya tradisi Sedekah Bumi yang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum spiritual dan sosial bagi warga Desa Gaji.
Pengajian umum menghadirkan penceramah utama, KH. Ali Nurhan, yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT dan menjaga tradisi baik peninggalan para pendahulu.
Dalam ceramahnya, KH Ali Nurhan menegaskan bahwa tradisi mendoakan leluhur dan sedekah bumi merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah desa sekaligus ikhtiar memohon keberkahan hidup.
“Jangan pernah terputus mendoakan leluhur. Tradisi yang baik harus tetap dirawat selama membawa kemaslahatan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.

Kepala Desa Gaji, Muhamad Muchlisin, mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan Sedekah Bumi Apitan setiap tahunnya.
“Terima kasih kepada seluruh warga Desa Gaji yang selalu guyub, kompak, dan antusias mendukung kegiatan Sedekah Bumi Apitan. Semoga Desa Gaji senantiasa diberi keberkahan, masyarakat sehat, rezeki melimpah, serta menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.
Pelaksanaan Apitan tahun ini juga mendapat sentuhan modern melalui siaran langsung di platform YouTube yang dikelola secara profesional oleh media resmi Desa Gaji bekerja sama dengan media Pondok Pesantren Tanwirul Wafa dan Salman Foto Sport.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bukti berkembangnya potensi lokal Desa Gaji dalam menghadirkan dokumentasi dan publikasi kegiatan secara modern sehingga masyarakat yang tidak hadir tetap dapat mengikuti jalannya acara secara daring.
Salah satu perangkat Desa Gaji, Khafidl, mengaku puas atas suksesnya penyelenggaraan Apitan tahun ini.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Apitan tahun ini berjalan lancar, tertib, dan sangat meriah. Kekurangan pasti ada dan kami akan lakukan perbaikan ke depannya. Saya cukup puas melihat antusiasme warga yang luar biasa,” katanya.
Usai pengajian umum, rangkaian acara dilanjutkan pada malam hari dengan Pengajian Jamaah Al Khidmah Cabang Kecamatan Guntur yang diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Suasana religius terasa kental saat jamaah mengikuti dzikir, sholawat, dan doa bersama dengan penuh khusyuk. Lantunan sholawat yang menggema di Desa Gaji menghadirkan nuansa syahdu sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Pengajian Al Khidmah, Abdul Fatah, berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung secara istiqamah dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan Al Khidmah ini terus berjalan dengan baik, membawa keberkahan, serta menjadi wadah mempererat persaudaraan umat,” ujarnya.
Tradisi Sedekah Bumi Apitan 2026 Desa Gaji menjadi gambaran harmonis antara budaya lokal, nilai religius, dan perkembangan teknologi informasi. Tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun tetap hidup dan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan maknanya.
(*)







Komentar