JURANEWS.ID, SEMARANG – Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar pengucapan lafal sumpah apoteker bagi 102 lulusan Program Profesi Apoteker di Aula Fakultas Farmasi Kampus II Unwahas, Rabu (13/5/2026).
Prosesi berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM., selaku Ketua Dewan Sidang.
Sementara pengambilan sumpah dipimpin Dekan Fakultas Farmasi Unwahas, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc., didampingi Ketua Program Studi Profesi Apoteker apt. Junvidya Heroweti, M.P.H., serta Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Dr. apt. Sri Susilowati, M.Si.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan sebelum memasuki dunia profesi kefarmasian yang sarat tanggung jawab moral dan etika profesi.
Usai pengucapan sumpah, Ketua Program Studi Profesi Apoteker apt. Junvidya Heroweti secara simbolis menyerahkan para apoteker baru kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Muslikhah, S.K.M.
Penyerahan juga dilakukan kepada Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah yang diwakili Bendahara PD IAI Jawa Tengah apt. Atma Rulin Dewi Nugrahaini, M.Sc.
Dalam laporannya, apt. Junvidya Heroweti menyampaikan bahwa seluruh peserta berhasil lulus Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
“Capaian ini menunjukkan komitmen Unwahas dalam menghasilkan apoteker yang kompeten, unggul, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, lulusan terbaik Program Profesi Apoteker diraih oleh apt. Dyah Aji Sofyaningtyas, S.Farm., dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Dalam sambutannya, Dyah mengajak seluruh apoteker baru untuk menjalankan amanah profesi dengan integritas, empati, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Di balik setiap resep yang kami baca, ada nyawa yang kami jaga. Di balik setiap konseling yang kami berikan, ada harapan yang kami hidupkan. Gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab sesungguhnya,” tegasnya.
Dekan Fakultas Farmasi Unwahas, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc., menegaskan bahwa sumpah apoteker merupakan janji suci untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Sumpah yang diucapkan adalah komitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Lulusan apoteker Unwahas harus memiliki karakter Ahlussunnah wal Jamaah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga mengapresiasi capaian kelulusan 100 persen yang diraih para mahasiswa dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi mitra serta orang tua wisudawan yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, turut memberikan apresiasi kepada dosen dan seluruh jajaran Fakultas Farmasi atas keberhasilan tersebut.
“Dengan perkembangan AI yang sangat cepat, kami berharap lulusan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tetap memegang teguh nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan etika profesional,” ujarnya.
Menurutnya, profesi apoteker tidak sekadar meracik obat, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan perkembangan Universitas Wahid Hasyim yang kini memiliki 27 program studi, termasuk Program Studi Pertambangan yang baru diresmikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ke depan, Unwahas disebut akan terus membuka program studi baru di bidang kesehatan sebagai bagian dari pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Unwahas yang diwakili Prof. Dr. H. Mudzakir Ali, MA, berpesan agar para lulusan menerapkan empat sifat utama dalam kehidupan profesi, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
“Implementasikan nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat sebagai bagian dari pengabdian profesi apoteker,” pesannya.
Dengan bertambahnya 102 apoteker baru serta capaian kelulusan uji kompetensi 100 persen, Unwahas semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kampus farmasi unggulan di Jawa Tengah.
Para lulusan diharapkan segera mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) dan berkontribusi di berbagai layanan kefarmasian, baik di sektor pemerintah maupun swasta, dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi dan nilai-nilai keislaman.
(*)







Komentar