KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSxh4obop/
JURANEWS.ID, KENDAL – Aktivitas pengisian BBM subsidi jenis solar di SPBU Pertamina 44.513.19 Wonotenggang, Kabupaten Kendal, yang berada di jalur Pantura Semarang–Batang, menjadi sorotan warga, Minggu (17/5/2026).
Pasalnya, sejumlah kendaraan diduga melakukan pengisian solar subsidi secara berulang dalam waktu berdekatan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, salah satu kendaraan jenis truk diduga menggunakan beberapa pelat nomor berbeda saat beroperasi. Salah satu nomor polisi yang disebut warga yakni N 8045 DG.
Pada bagian bak belakang truk tersebut juga terlihat dua kempu atau tandon berukuran besar. Kondisi itu memunculkan dugaan kendaraan telah dimodifikasi untuk menampung solar subsidi dalam jumlah banyak.
Selain itu, sopir kendaraan yang ditemui wartawan mengaku bekerja kepada seseorang berinisial NY. Sopir tersebut juga menyebut dirinya memiliki beberapa barcode untuk melakukan pengisian BBM subsidi.
“Targetnya sekitar satu ton per hari,” ujar sopir tersebut saat ditemui di lokasi.
Dari penelusuran sementara, aktivitas tersebut diduga melibatkan lebih dari satu kendaraan. Solar yang telah diisi disebut kemudian dibawa menuju sebuah lokasi gudang di wilayah Pegandon, Kendal.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU, Pertamina maupun aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas tersebut.
Apabila terbukti, praktik penyalahgunaan BBM subsidi dapat melanggar ketentuan penyaluran bahan bakar bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan pengawasan agar distribusi solar subsidi tetap tepat sasaran serta tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.
Polri berjanji akan memberantas para pelaku penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, menasgakan jika ada pihak-pihak yang coba bermain dengan migas, bakal disikat.
“Moto-nya masih tetap sama seperti kemarin rekan-rekan. Kalau kalian tetap nekat, tetap saya sikat,” ungkap Nunung dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
(*)







Komentar