JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode 28–29 Mei 2026. Bencana yang tercatat meliputi angin kencang di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, fenomena angin kencang melanda Dusun II, Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai pada Rabu (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
“Peristiwa tersebut mengakibatkan enam kepala keluarga terdampak dengan enam unit rumah mengalami kerusakan dalam tingkat berbeda,” ujarnya dalam siaran pers BNPB, Jumat (29/5/2026).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Warga bersama aparat setempat mulai melakukan pembersihan pascabencana.
BPBD Kabupaten Serdang Bedagai telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat. Hingga Kamis (28/5), proses distribusi bantuan awal dan asesmen kebutuhan perbaikan rumah masih terus berlangsung.
Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Mililian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Kamis (28/5). Titik api diketahui sekitar pukul 13.39 WIB berdasarkan hasil patroli udara.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Posko Kecamatan Gelumbang bersama Manggala Agni dan Koramil 404-01 Gelumbang langsung melakukan pemadaman dan kaji cepat di lokasi. Petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi saat ini sudah terkendali,” kata Abdul Muhari.
Sementara itu, bencana angin puting beliung juga terjadi di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Kamis (28/5). Sebanyak lima kepala keluarga atau 19 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut.
Selain itu, lima unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Medan telah diterjunkan untuk melakukan monitoring, pendataan dan kaji cepat. BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat disertai angin kencang. Warga diminta menghindari berteduh di dekat pohon, baliho dan bangunan yang rawan roboh.
Sementara bagi masyarakat di wilayah rawan karhutla, BNPB mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api untuk mencegah kebakaran meluas.
(*)








Komentar