JURANEWS.ID, JAKARTA – Animal Friends Jogja (AFJ) kembali menggelar aksi damai di depan kantor pusat PT Rekso Nasional Food, pemegang lisensi McDonald’s Indonesia, di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Dalam aksi tersebut, AFJ mendesak McDonald’s Indonesia segera mempublikasikan roadmap nasional penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) serta meningkatkan transparansi terkait komitmen kesejahteraan hewan.
Aksi yang diikuti sekitar 15 peserta itu merupakan lanjutan dari demonstrasi serupa yang sebelumnya digelar di Semarang pada April 2026.
Para peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi, poster, tabuhan drum, hingga menghadirkan truk mobitron LED yang menampilkan visual kondisi ayam petelur dalam sistem kandang baterai (battery cage).
Truk tersebut dijadwalkan berkeliling Jakarta selama sepekan sebagai bagian dari kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan telur cage-free.
Selain berunjuk rasa, perwakilan AFJ juga menyerahkan bingkisan simbolis kepada manajemen McDonald’s Indonesia.
Bingkisan tersebut berisi rekapitulasi aksi dan aspirasi publik sepanjang 2016–2025, sebuah jam sebagai simbol waktu yang terus berjalan tanpa adanya komitmen nasional terkait telur cage-free, serta telur simbolis dan kartu pos berisi harapan masyarakat.
Menurut AFJ, pihak manajemen menerima bingkisan tersebut, namun tidak memberikan tanggapan substantif maupun membuka ruang dialog lanjutan terkait tuntutan yang disampaikan.
Soroti Sistem Kandang Baterai
AFJ menyoroti masih digunakannya telur yang berasal dari sistem kandang baterai dalam rantai pasok McDonald’s Indonesia.
Organisasi tersebut menilai sistem kandang baterai belum memenuhi prinsip kesejahteraan hewan yang mengacu pada Five Freedoms atau Lima Prinsip Kebebasan Hewan yang diperkenalkan oleh World Organisation for Animal Health (WOAH).
Dalam sistem tersebut, dua hingga tiga ekor ayam petelur ditempatkan di kandang sempit sehingga ruang geraknya sangat terbatas dan tidak dapat mengekspresikan perilaku alaminya seperti bertengger, mengepakkan sayap, membuat sarang, maupun mandi debu.
Apresiasi Langkah di Yogyakarta dan Jawa Tengah
Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan AFJ, Dwi Octavia, mengapresiasi langkah McDonald’s Indonesia yang telah menggunakan telur cage-free di sejumlah gerai, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Namun, menurutnya hingga kini perusahaan belum mengumumkan target maupun roadmap implementasi secara nasional.
“Kami mengapresiasi langkah McDonald’s Indonesia yang telah menggunakan telur cage-free di beberapa gerai, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun hingga kini, belum ada roadmap maupun target implementasi secara nasional yang diumumkan kepada publik,” ujar Dwi Octavia.
Ia menegaskan aksi tersebut bukan bertujuan merugikan perusahaan, melainkan mendorong kolaborasi agar McDonald’s Indonesia memiliki peta jalan transisi yang jelas, terukur, dan dapat dipantau masyarakat.
Sudah Diterapkan di Berbagai Negara
AFJ menyebut secara global McDonald’s telah memperluas penggunaan telur cage-free di berbagai negara.
Australia, Prancis, dan Jerman telah menerapkan 100 persen penggunaan telur cage-free dalam rantai pasoknya. Sementara McDonald’s Ukraina juga telah mengumumkan penggunaan telur cage-free di lebih dari 120 restorannya.
Di Indonesia, menurut AFJ, McDonald’s telah menyatakan memiliki perhatian terhadap aspek kesejahteraan hewan. Namun hingga kini belum terdapat komitmen publik yang disertai target waktu maupun roadmap implementasi secara nasional.
Petisi Didukung Lebih dari 62 Ribu Orang
AFJ juga mengungkapkan dukungan masyarakat terhadap kampanye tersebut terus meningkat.
Hingga siaran pers ini diterbitkan, sebanyak 62.197 orang telah menandatangani petisi yang mendesak McDonald’s Indonesia segera menerapkan penggunaan telur cage-free sebagai bagian dari peningkatan standar kesejahteraan ayam petelur.
Melalui aksi damai tersebut, AFJ menegaskan akan terus mengawal komitmen kesejahteraan hewan melalui dialog, edukasi publik, serta kampanye damai hingga terdapat langkah konkret dari McDonald’s Indonesia dalam menerapkan rantai pasok pangan yang lebih beretika dan memperhatikan kesejahteraan hewan.
(*)










Komentar