SEMARANG, JURANEWS.ID – Barang bekas yang sering dianggap sampah ternyata bisa disulap menjadi karya kreatif bernilai. Hal itu dibuktikan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka di Rumah Ilmu Palir, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (2/8/2026).
Sebanyak 38 anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan bertema “Literasi Kreativitas: Keterampilan Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol Bekas dan Kawat Bulu” dengan penuh semangat.
Program ini menjadi bagian dari NGREMBAKA AKSARA, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES untuk membangun Kelurahan Podorejo Cerdas Berkelanjutan melalui penguatan literasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pemanfaatan barang bekas.
Selanjutnya, anak-anak diajak mengenal pentingnya daur ulang melalui penjelasan interaktif mengenai jenis barang bekas, manfaat pengelolaan limbah, serta berbagai produk kreatif yang dapat dihasilkan dari tutup botol plastik dan kawat bulu.
Suasana belajar berlangsung menyenangkan karena materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta.
TK dan SD Dibedakan Sesuai Kemampuan
Pada sesi praktik, peserta dibagi menjadi dua kelompok.
Anak-anak TK membuat gantungan kunci menggunakan kawat bulu (chenille) yang aman dan mudah dibentuk sehingga dapat melatih motorik halus sekaligus kreativitas mereka.
Sementara peserta SD belajar membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas dengan pendampingan langsung dari Tim Pelaksana PPK Ormawa, anggota organisasi mahasiswa, serta satuan tugas program.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga belajar bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.
Usai praktik, peserta mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai penguatan materi, kemudian mengikuti posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
UNNES Dorong Mahasiswa Hadir Memberi Solusi
Dosen Pendamping PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Nur Indah Wahyuni, M.Pd., mengatakan program tersebut merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan Program PPK Ormawa karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program NGREMBAKA AKSARA, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus dibekali literasi, kreativitas, dan keterampilan yang bermanfaat. Kami berharap program ini memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Lurah Podorejo, Yusdi Dwiyantoro, S.H., yang menilai program mahasiswa UNNES telah memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga remaja, masyarakat usia produktif, hingga lansia melalui beragam pelatihan yang meningkatkan literasi dan keterampilan.
“Kami mengapresiasi Tim PPK Ormawa SGL PGSD Universitas Negeri Semarang yang telah menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan di Kelurahan Podorejo. Program-program ini sangat bermanfaat dan kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Melalui Pojok Literasi Tunas Ngrembaka, Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES menegaskan komitmennya menghadirkan ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan sejak usia dini sebagai bekal menghadapi masa depan.
(*)










Komentar