SEMARANG, JURANEWS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 tahun 2026 yang mempertemukan ribuan alumni SMA Negeri 1 Semarang dari berbagai angkatan.
Menurut Ahmad Luthfi, tidak mudah mempertemukan kembali para alumni yang telah menjalani perjalanan hidup dan berkarier di berbagai bidang.
Ia menyebut kehadiran sejumlah tokoh dalam reuni tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi almamater, mulai dari pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan hingga tokoh yang berkiprah di berbagai sektor strategis.
“Tidak gampang mengumpulkan balung yang pisah,” ujar Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan dalam acara Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, reuni seharusnya tidak hanya menjadi ajang untuk membicarakan pencapaian karier. Momentum tersebut justru menjadi kesempatan bagi para alumni untuk kembali mengenang masa ketika masih duduk di bangku sekolah.
Ia bahkan berseloroh, para alumni yang kini menduduki jabatan penting tidak akan banyak membicarakan urusan pemerintahan, politik luar negeri maupun pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebaliknya, cerita yang muncul justru seputar kehidupan masa SMA, mulai dari pertemanan, kenakalan hingga pengalaman saat bolos sekolah.
“Yang diceritakan adalah bagaimana dia saat itu bolos dan lain sebagainya. Pak Wakil Gubernur Kaltim tidak akan bercerita tentang IKN. Yang diceritakan adalah masa dulu,” katanya.
Ahmad Luthfi menilai keberadaan alumni SMA Negeri 1 Semarang yang kini mengisi berbagai posisi strategis merupakan modal besar bagi pembangunan sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Menurutnya, jejaring alumni yang kuat dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya kepada almamater, tetapi juga kepada masyarakat dan daerah.
Karena itu, ia mengajak para alumni untuk terus menjaga kebersamaan sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sekolah.
“Kalau SMA 1 di sini kurang apa, sampaikan. Jangan saya, nanti koordinasi dengan dinas kita,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan.
Ia menyebut sekitar 237 ribu anak di Jawa Tengah telah mendapatkan akses pendidikan. Selain itu, sekitar 5.000 anak dari keluarga miskin ekstrem dibantu agar tetap dapat bersekolah.
Program tersebut dilakukan dengan menggandeng 129 SMA swasta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
“Alumni ini menelorkan seorang leader, pimpinan dengan seluruh lapisan masyarakat yang kita punyai. Tentu akan membuat suatu modal besar bagi sumber daya manusia Provinsi Jawa Tengah, khususnya SMA 1,” tuturnya.
Reuni Dirancang Tinggalkan Legacy
Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76 tahun 2026 mengusung tema “Beyond Nostalgia – From School to Nation”.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 dan dirancang tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga meninggalkan warisan atau legacy bagi sekolah, masyarakat dan generasi berikutnya.
Ketua Panitia Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76, Koeshartanto (Koes), Alumni Angkatan 1980, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar reuni memiliki dampak jangka panjang.
“Reuni ini kami desain bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi bagaimana alumni bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat, dan generasi berikutnya,” ujar Koes saat ditemui di sela penanaman Pohon Baobab di SMA 1 Kota Semarang, Kamis (20/8).
Panitia memperkirakan sekitar 3.000 alumni dari berbagai angkatan akan menghadiri rangkaian kegiatan reuni.
Pertemuan lintas generasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan persaudaraan para alumni.
Koes menegaskan, persatuan antargenerasi menjadi salah satu legacy utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
“Legacy kita bukan barang, bukan harta, tetapi persatuan. Persaudaraan kita, itu yang kami masukkan dalam tema Living Legacy,” ujarnya.
Berbagai agenda disiapkan dalam rangkaian Reuni Akbar ALJIRO–SMANSA 76.
Kegiatan tersebut meliputi Youth & Social Issues Summit, heritage dan revitalisasi sekolah, penanaman pohon, Cultural Night, kegiatan alumni, UMKM, Fun Run hingga Fun Walk.
Program lingkungan menjadi salah satu bagian penting dari konsep living legacy yang diusung panitia.
Melalui berbagai agenda tersebut, reuni diharapkan tidak berhenti pada nostalgia masa sekolah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi almamater, masyarakat dan generasi mendatang.
Ahmad Luthfi pun mengapresiasi terselenggaranya reuni lintas generasi tersebut. Ia berharap hubungan yang terbangun di antara alumni dapat terus dijaga dan diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi sekolah maupun Jawa Tengah.
“Ini adalah perwujudan daripada di mana langit, bumi itu dipijak, langit itu kita junjung,” pungkasnya.
(*)










Komentar