BANTEN, JURANEWS.ID – Java United FC harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 3-2 dalam lanjutan pekan kedua BRI Super League 2026-2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026).
Meski sempat unggul 2-1 hingga mendekati 10 menit akhir pertandingan, Laskar Kepodang Emas harus kehilangan poin setelah Persita mencetak dua gol melalui situasi bola mati.
Tiga gol Persita masing-masing dicetak Alexander Ramalingom pada menit ke-15, Rayco Rodriguez menit ke-79, dan Andrejic Aleksa menit ke-90.
Sementara itu, dua gol Java United lahir melalui David Da Silva pada menit ke-30 lewat penalti dan menit ke-37.
Pelatih kepala Java United FC, Fabio Lefundes, meminta timnya tidak larut dalam hasil tersebut. Menurutnya, kompetisi masih panjang dan Java United masih dalam proses membangun tim.
“Kompetisi baru dimulai dan perjalanan tim masih panjang. Perlu kesabaran dalam sebuah proses untuk mencapai apa yang kita inginkan,” ujar Lefundes dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Lefundes mengakui Java United tampil cukup baik pada babak pertama dan mampu mencetak dua gol.
Namun, memasuki babak kedua, lini pertahanan tim dinilainya terlalu dalam sehingga memberikan ruang lebih kepada Persita untuk mengembangkan permainan.
“Di babak pertama, kami bermain baik dan berhasil mencetak dua gol. Namun, di babak kedua garis pertahanan kami terlalu turun sehingga banyak memberikan ruang untuk Persita,” katanya.
Selain persoalan garis pertahanan, situasi bola mati menjadi pekerjaan rumah serius bagi Java United.
Dua gol Persita pada babak kedua tercipta dari skema bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh para pemain Laskar Kepodang Emas.
“Kami kebobolan dua kali lewat bola mati. Tentu ada evaluasi yang dilakukan terkait hal ini. Pemain harus lebih kuat dalam melakukan duel. Selain itu, ada beberapa evaluasi lain agar ke depan bisa lebih baik,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Java United juga harus kehilangan Kei Hirose pada babak pertama. Gelandang asal Jepang tersebut ditarik keluar dan digantikan Jonata Machado setelah mengalami masalah pada hamstring.
Lefundes menyebut kondisi Kei masih terus dipantau.
“Kei merupakan salah satu pilar penting di lini tengah. Saat ini, kami masih memantau perkembangan kondisinya dan semoga tidak parah sehingga tetap bisa bermain pada laga selanjutnya,” ucapnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Java United, Kaio Nunes, menegaskan tim tidak ingin berlarut-larut dalam kekalahan tersebut.
Menurutnya, efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan.
“Dalam pertandingan sepak bola, tim yang berhasil memaksimalkan peluang dengan baik, dialah yang memenangkan pertandingan. Sekarang, fokus kami adalah mengembalikan kondisi dan bersiap melawan Persija Jakarta untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Kaio.
Secara statistik, Java United mencatatkan 11 percobaan tendangan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sementara Persita melepaskan 14 tendangan dan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Hasil tersebut membuat Java United masih berada di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi -1 poin. Persita berada di peringkat kelima dengan torehan empat poin.
Java United selanjutnya akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ketiga BRI Super League 2026-2027.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) pukul 19.00 WIB di markas Persija.
Bagi Java United, laga tersebut menjadi kesempatan untuk bangkit sekaligus memperbaiki sejumlah catatan dari kekalahan dramatis di markas Persita.
(*)










Komentar