PANGKALAN BUN, JURANEWS.ID – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) II berhasil melakukan energize Gardu Induk (GI) 150 kV Pangkalan Bun dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pangkalan Bun arah PT KLM.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penguatan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus mendukung kesiapan sistem penyaluran tenaga listrik di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya.
Sebelum dilakukan pemberian tegangan, instalasi terlebih dahulu menjalani serangkaian pengujian individu maupun pengujian fungsi terhadap berbagai peralatan.
Berdasarkan rekomendasi teknik laik pemberian tegangan dan percobaan pembebanan, dua Bay Line 150 kV arah KLM pada GI 150 kV Pangkalan Bun dinyatakan laik untuk diberi tegangan selama 24 jam.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan percobaan pembebanan sebagai salah satu mata uji dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Pada sisi jaringan transmisi, SUTT 150 kV Pangkalan Bun arah PT KLM atau T.32 Sirkit 2 mencakup jalur dari T.01 hingga T.32.
Jalur tersebut terdiri dari 32 tower dengan panjang saluran mencapai 10,76 kilometer.
Instalasi SUTT juga telah dinyatakan laik diberi tegangan selama 24 jam dan dilanjutkan dengan percobaan pembebanan.
Seluruh tahapan energize dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, kepatuhan terhadap prosedur, kesiapan sistem proteksi, serta koordinasi lintas fungsi.
Manager UPMK II PLN, Adriuli, mengatakan keberhasilan energize tersebut tidak terlepas dari kesiapan instalasi yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan pengujian.
“Semoga pasca energize, GI 150 kV Pangkalan Bun dan SUTT 150 kV Pangkalan Bun–KLM dapat beroperasi dengan aman dan andal serta memberikan manfaat bagi keandalan sistem kelistrikan,” ujar Adriuli.
Sementara itu, General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan hingga tercapainya milestone energize.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi dan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, mitra kerja, serta masyarakat.
“Pencapaian ini hasil dari sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat. Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya sekadar pembangunan energi listrik, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah sekitar,” ujar Aan.
Setelah energize dilaksanakan, PLN akan melanjutkan proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan energize GI 150 kV Pangkalan Bun dan SUTT 150 kV Pangkalan Bun–KLM sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang selamat, berkualitas, tepat waktu, dan berkelanjutan.
Pengawalan operasi pascaenergize selanjutnya menjadi bagian penting untuk memastikan aset dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
(*)










Komentar