KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSqXxjAUH/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Queen Latifa Hospital Semarang terus mengembangkan layanan dan fasilitas kesehatan dengan beralih status dari rumah sakit ibu dan anak (RSIA) menjadi rumah sakit umum (RSU).
Perubahan status tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengikuti regulasi pemerintah sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur Queen Latifa Hospital Semarang, dr Alviena Bestari Savitri MARS mengatakan, perubahan status rumah sakit tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong rumah sakit ibu dan anak untuk dikembangkan menjadi rumah sakit umum.
“Ke depannya memang rumah sakit ibu dan anak dihapuskan. Kami mendukung program pemerintah bahwa semua dijadikan rumah sakit umum. Maka kami mengembangkan rumah sakit ini menjadi rumah sakit umum,” kata Alviena, Selasa (15/9/2026).
Berubah menjadi rumah sakit umum membuat Queen Latifa Hospital Semarang kini dapat menyediakan fasilitas dan variasi pelayanan kesehatan yang lebih luas.
Meski demikian, karakter sebagai rumah sakit yang sebelumnya berfokus pada ibu dan anak tetap dipertahankan.
Layanan obstetri dan ginekologi (obgyn) serta pelayanan anak masih menjadi salah satu kekuatan utama rumah sakit tersebut.
“Sekarang dengan menjadi rumah sakit umum tentunya pelayanan yang kami berikan lebih banyak lagi. Tapi kami juga tidak melupakan DNA kita bahwa tadinya ibu dan anak, sehingga kami masih kuat di pelayanan obgyn dan anak,” ujarnya.
Seiring perubahan status tersebut, Queen Latifa Hospital Semarang juga menghadirkan sejumlah fasilitas dan layanan baru.
Salah satunya adalah layanan CT Scan yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan pemeriksaan medis masyarakat.
Rumah sakit tersebut juga menyediakan prosedur intragastric balloon untuk membantu menurunkan berat badan tanpa melalui operasi bariatrik.
Layanan tersebut menggunakan perangkat dari Amerika Serikat dan dilakukan oleh dokter yang telah tersertifikasi.
Selain itu, Queen Latifa Hospital mengembangkan layanan subspesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas.
Layanan tersebut menjadi salah satu upaya rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang selama ini banyak dicari masyarakat, termasuk mereka yang memilih berobat hingga ke luar negeri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong penguatan medical tourism di Jawa Tengah melalui kolaborasi antara pemerintah dengan rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.
Dengan semakin berkembangnya fasilitas, tenaga medis, penelitian, dan inovasi di berbagai rumah sakit, masyarakat diharapkan tidak langsung memilih berobat ke provinsi lain maupun ke luar negeri.
“Jadi medical tourism itu kita bersama-sama kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah atau menteri dengan rumah sakit swasta, khususnya terhadap pelayanan,” kata Taj Yasin.
Ia menilai, salah satu tantangan utama dalam membangun medical tourism adalah meyakinkan masyarakat bahwa rumah sakit di Jawa Tengah mampu memberikan pelayanan yang berkualitas.
Taj Yasin juga menyoroti perkembangan pelayanan terhadap sejumlah penyakit kronis di Jawa Tengah.
Menurutnya, penyakit yang sebelumnya dianggap sulit ditangani, termasuk kanker, kini telah memiliki layanan yang semakin berkembang.
“Penyakit-penyakit kronis yang dulu dianggap berat untuk disembuhkan seperti kanker dan penyakit kronis yang lain sekarang sudah bagus pelayanannya, banyak yang sembuh,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak tenaga kesehatan, masyarakat, serta pasien yang telah mendapatkan kesembuhan untuk ikut menyampaikan pengalaman positif kepada masyarakat luas.
Menurutnya, informasi mengenai perkembangan pelayanan kesehatan tersebut penting untuk membangun kepercayaan publik.
Selain pelayanan, sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah juga terus mengembangkan penelitian dan inovasi.
Perkembangan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat sektor wisata kesehatan di Jawa Tengah.
“Ini yang perlu kita kampanyekan, kami dorong supaya masyarakat melek. Sehingga tidak perlu lagi ke luar negeri, cukup di Jawa Tengah,” pungkasnya.
(*)










Komentar