PEMALANG, JURANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama TNI, Polri, dan masyarakat memperkuat pembangunan berbasis desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026.
Program yang dilaksanakan Kodim 0711/Pemalang tersebut resmi dibuka di Lapangan Desa Gunungbatu, Kecamatan Bodeh, Selasa (13/10/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, yang mewakili Plt. Bupati Pemalang, bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari perkembangan kawasan perkotaan, tetapi juga dari pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut Bagus, TMMD menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.
“TMMD bukan sekadar kegiatan membangun jalan, talud, atau sarana infrastruktur lainnya. TMMD juga merupakan wujud nyata kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat Desa Gunungbatu berpartisipasi aktif selama pelaksanaan program, menjaga semangat gotong royong, serta memelihara hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Bagus menambahkan, keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan dan semakin kuatnya hubungan antara TNI dan rakyat.
Sekretaris Satgas Operasi TMMD, Kapten Inf. Mulyo Hartono, melaporkan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap IV 2026 berlangsung selama 30 hari di Desa Gunungbatu, Kecamatan Bodeh.
Sasaran fisik program meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 667 meter, rabat beton sepanjang 336 meter, talud sepanjang 116 meter, satu unit gorong-gorong plat beton, serta dua unit gorong-gorong beton.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah setempat.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengalokasikan anggaran sebesar Rp229.700.000 melalui bantuan keuangan kepada pemerintah desa. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp246.000.000.
Dengan demikian, total dukungan anggaran dari kedua pemerintah tersebut mencapai Rp475.700.000.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung Tahap IV juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat.
Materi penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta informasi penerimaan prajurit TNI.
Program tersebut juga mencakup penyuluhan stunting dan pelayanan keluarga berencana, pertanian, penanganan bencana alam, undang-undang pernikahan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta administrasi kependudukan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat tidak hanya dari pembangunan sarana fisik, tetapi juga dari peningkatan pemahaman mengenai berbagai aspek kehidupan sosial.
Pembukaan TMMD ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kegiatan. Pada kesempatan yang sama, Bagus Sutopo bersama Dansatgas menandatangani naskah program TMMD yang kemudian diserahkan kepada Dandim 0711/Pemalang Letkol Edy Wibowo selaku Dansatgas TMMD.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini diharapkan mendukung terwujudnya desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat.
(*)








Komentar