JURANEWS.ID, SEMARANG – Hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah Kota Salatiga dan beberapa bagian Kabupaten Semarang pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba ini menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah titik, terutama pada pemukiman warga dan infrastruktur umum.
Berdasarkan laporan dari warga dan tim lapangan, angin kencang berputar datang bersamaan dengan hujan lebat.
Dalam hitungan menit, sejumlah atap rumah beterbangan, pepohonan tumbang, dan jalanan tertutup material. Beberapa warga sempat panik dan berlarian mencari tempat aman untuk berlindung.
Di wilayah Kota Salatiga, kerusakan cukup signifikan terjadi di beberapa kelurahan, terutama di kawasan padat penduduk.
Sementara di Kabupaten Semarang, sejumlah desa di Kecamatan Tuntang, Bringin, dan Banyubiru dilaporkan mengalami dampak serupa.
Rumah-rumah warga rusak parah, dan beberapa jaringan listrik sempat padam akibat pohon tumbang menimpa kabel.
BPBD Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang segera menurunkan tim gabungan bersama TNI/Polri serta relawan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Petugas bekerja cepat membersihkan jalan dari pohon tumbang dan reruntuhan atap yang berserakan. Hingga sore hari, sebagian besar akses utama sudah bisa dilalui kembali.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat kejadian tersebut.
Namun, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah kerusakan rumah, fasilitas umum, serta potensi korban lainnya.
Selain rumah warga, fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, dan pos ronda juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Sementara itu, beberapa kendaraan milik warga tertimpa dahan pohon yang tumbang dan mengalami kerusakan material.
Petugas gabungan kini fokus pada tiga langkah utama, yakni evakuasi material pohon tumbang, normalisasi jalur lalu lintas, serta inventarisasi total kerugian.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan darurat berupa terpal dan logistik bagi warga terdampak yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang susulan.
BPBD meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame selama hujan deras berlangsung.
Pihak berwenang akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan penanganan bencana tersebut.
(*)









Komentar