JURANEWS.ID, SEMARANG – Bajaj Maxride kembali menunjukkan kualitas dan ketangguhan produknya melalui pengujian performa di sejumlah tanjakan ikonik Kota Semarang.
Dengan kontur kota yang berbukit seperti kawasan Undip Tembalang, Gombel, hingga Tanah Putih, kendaraan perlu memiliki tenaga dan stabilitas ekstra agar mampu melintas dengan aman dan nyaman.
Melalui uji performa terbaru ini, Bajaj RE 200cc terbukti mampu menaklukkan jalur menanjak tersebut dengan mudah.
Didukung mesin 200cc yang bertenaga dan responsif, Bajaj RE dirancang untuk menghadapi kondisi jalan yang variati mulai dari tanjakan curam hingga jalur panjang yang membutuhkan tenaga konsisten.
Pada uji coba di tanjakan Undip yang terkenal memiliki elevasi cukup ekstrem, Bajaj RE mampu naik dengan halus tanpa kehilangan tenaga, baik dalam kondisi membawa penumpang maupun barang.
Tidak hanya soal tenaga, keunggulan Bajaj RE juga terletak pada penggunaan teknologi Euro 4, yang membuat mesinnya lebih halus, tidak berisik, irit bahan bakar, dan ramah lingkungan.
Dengan pembaruan teknologi ini, Bajaj RE menawarkan kombinasi performa kuat namun tetap nyaman digunakan di area pemukiman yang membutuhkan kendaraan dengan tingkat kebisingan rendah.
Selain unggul untuk mobilitas penumpang, Bajaj RE juga menjadi pilihan ideal untuk kebutuhan angkut barang.
Dilengkapi dengan bagasi belakang yang luas, kendaraan ini mampu membawa berbagai jenis barang dalam jumlah besar mulai untuk mendukung kegiatan harian bisnis UMKM, kebutuhan operasional harian keluarga, hingga perlengkapan usaha.
Fungsinya yang fleksibel membuat Bajaj RE menjadi 1000 alternatif kendaraan untuk masyarakat Semarang, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan armada efisien, terjangkau, dan bertenaga.
Ketangguhan nya terbukti karena Bajaj RE mengangkut beban hingga 300 Kg dalam 1 kali pengiriman/antaran.
Tidak hanya itu, Bajaj RE juga sangat cocok digunakan mahasiswa. Dengan kapasitas hingga tiga orang, biaya perjalanan menjadi jauh lebih hemat, terutama untuk aktivitas sehari-hari dari kos ke kampus atau keliling kota.
Tarif yang murah, tenaga kuat, dan kenyamanan kabin membuatnya menjadi opsi transportasi yang praktis dan ekonomis bagi mahasiswa di Semarang.
Keberhasilan Bajaj RE melalui tanjakan Gombel dan Tanah Putih semakin mempertegas bahwa kendaraan ini sangat cocok untuk mobilitas wilayah Semarang, baik untuk transportasi harian, operasional UMKM, layanan angkut barang, maupun kebutuhan mobilitas mahasiswa.
Stabilitas rangka, torsi mesin yang besar, serta efisiensi konsumsi bahan bakar menjadikannya solusi transportasi modern yang siap menghadapi karakter geografis kota.
Dengan performa yang konsisten di berbagai tanjakan Semarang, Bajaj RE kembali membuktikan dirinya sebagai kendaraan yang tangguh, ekonomis, serbaguna, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta pelaku bisnis di wilayah berbukit.
(*)















Komentar