Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana, Ratusan KK Terdampak di Sejumlah Daerah

Banjir di Surakarta dan Muara Enim

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang berdampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia pada periode Selasa (14/4) hingga Rabu (15/4) pukul 07.00 WIB. Banjir dan angin kencang masih menjadi jenis bencana yang paling dominan.

Di Kota Surakarta, banjir terjadi pada Selasa (14/4) pukul 22.00 WIB akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Kali Jenes meluap. Air merendam permukiman warga di delapan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta mencatat sebanyak 715 kepala keluarga terdampak, dengan 109 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke sejumlah titik, seperti masjid, balai warga, hingga rumah warga.

Petugas BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan kaji cepat, koordinasi lintas instansi, serta evakuasi warga menggunakan perahu karet. Bantuan logistik juga disalurkan kepada warga terdampak, baik yang mengungsi maupun yang masih bertahan di rumah.

Hingga saat ini, banjir di Surakarta belum sepenuhnya surut dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter. Selain itu, aliran listrik di sejumlah wilayah terpaksa dipadamkan demi keamanan, sementara hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Selasa (14/4) pukul 05.00 WIB. Sebanyak 652 kepala keluarga terdampak akibat meluapnya Sungai Aur yang merendam wilayah Kelurahan Pasar II dan Air Lintang.

Petugas BPBD setempat melakukan evakuasi menggunakan perahu serta membantu warga membersihkan sisa lumpur setelah banjir surut. Saat ini, kondisi di wilayah tersebut telah berangsur normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan.

Selain banjir, BNPB juga mencatat kejadian angin kencang di dua daerah. Di Kabupaten Pesawaran, Lampung, angin kencang yang terjadi pada Senin (13/4) pukul 17.30 WIB menyebabkan kerusakan pada 18 rumah warga, dengan rincian 17 rumah rusak ringan dan satu rusak berat.

Di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, angin kencang pada Selasa (14/4) pukul 03.00 WIT berdampak lebih besar. Sebanyak 43 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 20 rusak berat, 4 rusak sedang, dan 19 rusak ringan. Sebanyak 21 kepala keluarga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim hujan ke kemarau. Masyarakat diminta melakukan langkah mitigasi seperti memeriksa kondisi atap rumah, memangkas ranting pohon yang rapuh, serta menyiapkan tas siaga bencana.

Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai diingatkan untuk terus memantau ketinggian muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama. BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

 

(*)

Komentar