JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air dalam periode 23–24 Februari 2026. Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdampak luapan air akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, banjir melanda tiga kecamatan yakni Polokarto, Mojolaban, dan Grogol pada Minggu (22/2) malam. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan air meluap dan merendam permukiman warga. Satu warga penderita stroke dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.
Sebanyak 13 kepala keluarga mengungsi ke Desa Bakalan dan tanggul Dukuh Klatak. Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi tenda tambahan di Tanggul Jatiteken sebagai langkah antisipasi. Tercatat 46 rumah dan tujuh akses jalan terdampak. Tim gabungan BPBD terus melakukan asesmen cepat dan mendistribusikan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Wonogiri. Hujan lebat pada Minggu sore menyebabkan pagar pembatas sungai di Desa Purworejo jebol sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman dan berdampak pada 17 rumah. BPBD Wonogiri bersama tim SAR mengevakuasi delapan warga ke lokasi aman. Untuk mencegah risiko sengatan listrik, pihak PLN melakukan pemadaman sementara di wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan terbaru, genangan di Wonogiri telah surut dan warga mulai membersihkan lingkungan secara gotong royong. Penanganan banjir di Jawa Tengah saat ini masih mengacu pada Status Siaga Darurat sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah yang berlaku hingga 23 Mei 2026.
Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pemulihan pascabanjir terus berlangsung. Memasuki Senin (23/2), genangan air di sejumlah wilayah berangsur surut dengan tinggi muka air tersisa sekitar 10–50 sentimeter. Beberapa desa di Kecamatan Winongan dan Kraton dilaporkan telah bebas dari genangan.
Banjir di Pasuruan yang terjadi sejak pertengahan Februari akibat luapan DAS Wrati dan DAS Rejoso diperkirakan berdampak pada 2.363 kepala keluarga. BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan distribusi logistik di bawah status tanggap darurat yang berlaku hingga akhir Maret 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berada dalam periode kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026. Wilayah Sukoharjo, Wonogiri, dan Pasuruan diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari, namun potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama di Jawa Timur yang masuk kategori siaga.
BNPB mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi dan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Warga juga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta mematikan aliran listrik utama jika air mulai masuk ke rumah.
Selain itu, pembersihan saluran air dan drainase secara berkala dianjurkan guna meminimalkan risiko genangan saat hujan deras terjadi.
(*)








Komentar