JURANEWS.ID, SEMARANG – Kementerian PPN/Bappenas menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., bersama Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., di kampus UNDIP Tembalang, Semarang.
Dalam kunjungannya, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi terhadap inovasi riset UNDIP di bidang energi, lingkungan, maritim, dan kesehatan.
“Sinergi dengan UNDIP diharapkan mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 difokuskan pada Trisula Pembangunan Nasional: penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“UNDIP memiliki potensi besar dalam melahirkan SDM unggul dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Rektor UNDIP Prof. Suharnomo menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“UNDIP siap berkontribusi lewat riset unggulan dan inovasi yang berdampak, seperti mesin desalinasi air laut, teknologi pengawet hasil pertanian berbasis ozon, serta kendaraan listrik karya mahasiswa,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN juga mengunjungi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) dan kitchen ProfDiet di Fakultas Kedokteran UNDIP. ProfDiet merupakan unit usaha makanan sehat hasil inovasi UNDIP untuk masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dukungan UNDIP terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-17, yakni Partnership for the Goals, melalui penguatan pendidikan, riset, dan SDM unggul untuk kemajuan bangsa.
(*)








Komentar