JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi kebencanaan di Indonesia dalam periode 13–14 November 2025.
Mayoritas kejadian yang tercatat merupakan bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, longsor, serta angin kencang yang dipicu curah hujan tinggi di berbagai wilayah.
Di Kota Tegal, Jawa Tengah, gelombang pasang air laut menerjang kawasan pesisir pada Rabu (12/11) pagi.
Dua kelurahan terdampak, yakni Muarareja dan Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat.
Hasil kaji cepat mencatat 261 jiwa dari 66 KK terdampak, dengan 66 rumah rusak ringan dan empat ruas jalan tergenang.
Meski air mulai surut sejak Kamis (13/11), BPBD setempat masih melakukan pemantauan berkala.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada Senin (10/11) malam setelah debit sungai meningkat akibat hujan deras.
Sedikitnya 663 jiwa terdampak, 28 jiwa mengungsi, dan 144 rumah tergenang air.
Ketinggian banjir di sejumlah titik masih mencapai 60 sentimeter meski penanganan darurat telah dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan.
Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, banjir merendam 155 rumah warga dengan ketinggian 5 hingga 40 sentimeter.
Fasilitas umum dan ratusan hektare lahan persawahan turut terdampak.
BPBD Gresik melaporkan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah melakukan penyedotan air untuk mempercepat proses surut.
Sementara itu, angin kencang disertai hujan sedang hingga lebat melanda Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Rabu sore.
Tujuh rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
BPBD memberikan bantuan darurat berupa terpal dan terus melakukan asesmen untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
Kondisi cuaca ekstrem juga dirasakan di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu dini hari.
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga di tiga kecamatan.
Total 34 jiwa terdampak dengan jumlah rumah rusak yang sama. Tim Reaksi Cepat (TRC) segera mengevakuasi warga dan memberikan edukasi terkait keselamatan.
BNPB turut menyampaikan prakiraan cuaca dua hari ke depan, di mana sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan lebat.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pemantauan ketinggian air, menghindari aktivitas berisiko saat hujan, serta mengikuti peringatan dini dari kanal resmi menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.
(*)








Komentar