JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terdapat 14 kejadian bencana baru di Indonesia dalam periode 11–12 November 2025.
Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya masih dalam tahap penanganan. Mayoritas bencana merupakan hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dipicu oleh curah hujan tinggi di sejumlah daerah rawan.
Banjir menjadi bencana paling dominan di berbagai wilayah. Di Kabupaten Cilacap, Pangandaran, dan Aceh Jaya, ribuan warga terdampak akibat meluapnya sungai setelah hujan deras.
Di Cilacap, banjir merendam 1.201 rumah, sementara di Pangandaran tercatat 857 jiwa terdampak.
Kondisi serupa juga terjadi di Aceh Jaya dengan 270 rumah warga tergenang. Meski air kini berangsur surut, tim BPBD setempat masih bersiaga mengantisipasi potensi banjir susulan.
Bencana hidrometeorologi juga melanda beberapa daerah lain.
Di Kalimantan Tengah, banjir rob di Kotawaringin Timur berdampak pada 60 kepala keluarga, sementara di Langkat dan Deli Serdang, Sumatera Utara, ratusan rumah warga terendam air.
Hujan deras di Bandung Barat bahkan memicu tanah longsor yang berdampak pada 32 kepala keluarga.
Petugas gabungan telah membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan warga.
Di wilayah Nusa Tenggara Barat, banjir melanda Kabupaten Dompu akibat meluapnya Sungai Saneo dan Sungai Raba.
Sebanyak 965 kepala keluarga terdampak, dan pemerintah daerah menetapkan Status Tanggap Darurat hingga 19 November 2025.
Di kecamatan Kempo, cuaca ekstrem juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga luka berat tertimpa pohon tumbang.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Padang Lawas, Sumatera Utara, yang menghanguskan sekitar dua hektare kebun cokelat.
Di wilayah yang sama, kekeringan berdampak pada hampir 2.000 jiwa, dan pemerintah telah menyalurkan bantuan air bersih.
Di sisi lain, beberapa kejadian sebelumnya seperti banjir di Kebumen dan Brebes, serta longsor di Cilacap dan Magetan, kini telah tertangani.
BNPB melalui Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan BPBD di seluruh provinsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan bencana hidrometeorologi seiring intensitas hujan yang meningkat di bulan November.
“Warga diminta menjaga kebersihan saluran air, menjauhi lereng curam saat hujan deras, dan memantau peringatan dini dari BMKG maupun BPBD setempat,” kata Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
(*)








Komentar