JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (14/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (15/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Dua kejadian terbaru yang menjadi perhatian yakni angin kencang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Peristiwa angin kencang terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB dan berdampak di empat desa di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kejadian tersebut berlangsung bersamaan dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan ringan. Selain itu, dua tempat usaha mengalami kerusakan berat dan dua lainnya rusak ringan.
Angin kencang juga menyebabkan sembilan pohon tumbang, merusak satu tower seluler, serta satu jaringan transmisi listrik. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tim reaksi cepat BPBD bersama instansi terkait dan warga setempat langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis siang. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar satu hektare.
Petugas BPBD bersama dinas terkait berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain.
Di sisi lain, BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. BPBD bersama warga telah menyelesaikan pembersihan sampah pascabanjir yang sebelumnya melanda 22 kelurahan di delapan kecamatan pada Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data terbaru, banjir tersebut menyebabkan dua warga meninggal dunia dan berdampak terhadap 1.393 kepala keluarga. Saat ini banjir telah surut, sementara penanganan rumah warga terdampak masih berlangsung.
Adapun di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, penanganan gerakan tanah yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) masih terus dilakukan BPBD setempat. Fokus penanganan berada pada sejumlah titik jalan desa yang mengalami ambles serta pembersihan material longsor di Desa Bingkeng menggunakan alat berat dari BBWS Citanduy.
Bencana gerakan tanah tersebut berdampak pada dua desa di Kecamatan Dayeuhluhur. Sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari satu rumah rusak berat, tujuh rusak sedang, dan tiga rusak ringan. Selain itu, dua rumah lainnya terancam terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada Jumat (15/5/2026), BNPB mencatat tiga wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Papua, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Sementara sejumlah daerah lain berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain itu, BNPB juga mengingatkan adanya potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah yang masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama di Pulau Jawa, Lampung, serta sebagian wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“BNPB menekankan pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya pengurangan risiko bencana. Kepemimpinan BPBD sangat penting dalam implementasi upaya tersebut yang didukung dengan pelibatan unsur pentaheliks. Penanggulangan bencana adalah urusan semua pihak,” ujarnya.
(*)









Komentar