BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Kejadian 11–12 Februari 2026,

Banyumas hingga Kendal Terdampak

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 11 hingga 12 Februari 2026. Berdasarkan rangkuman laporan, kejadian didominasi bencana hidrometeorologi basah akibat hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu peristiwa tercatat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berupa angin kencang yang terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Sejumlah atap rumah berbahan seng juga dilaporkan terlepas terbawa angin.

Tiga kecamatan terdampak, yakni Purwokerto Selatan (Kelurahan Berkoh), Purwokerto Timur (Kelurahan Mersi), dan Kembaran (Desa Ledug). Data sementara BPBD setempat mencatat 30 kepala keluarga terdampak dengan tingkat kerusakan rumah bervariasi. Tim BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan mendesak warga.

BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan kaji cepat dan pembersihan material pohon tumbang guna mencegah risiko lanjutan. Penanganan melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, kelurahan, satgas linmas, SPPG, STIE, serta PLN. Hingga kini, sebagian rumah masih dalam perbaikan dan jaringan listrik yang sempat terputus sedang dipulihkan.

Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, banjir terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 20.10 WIB akibat meluapnya Sungai Cilutung setelah hujan deras. Wilayah terdampak berada di Kecamatan Tomo, meliputi Desa Darmawangi, Marongge, dan Tolengas.

Data sementara mencatat sekitar 370 kepala keluarga terdampak dengan perkiraan 370 unit rumah tergenang. Angka tersebut masih dalam proses verifikasi. BPBD Sumedang bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah desa dan kecamatan melakukan evakuasi serta pendataan. Per Kamis (12/2) pukul 01.30 WIB, air dilaporkan berangsur surut dan akses jalan utama sudah dapat dilalui kendaraan.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2) pukul 16.06 WIB. Hujan deras menyebabkan anak kali di kawasan perumahan meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke permukiman dan jalan. Satu ruas jalan sempat tertutup material dan satu unit mobil terbawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bersama Muspika, perangkat desa, unsur keamanan, dan masyarakat melakukan pendataan dan pembersihan material. Kendaraan yang terbawa arus telah dievakuasi dan akses jalan sedang dalam proses pemulihan.

Sementara itu, perkembangan banjir di Kabupaten Kendal menunjukkan tren penurunan debit air. Hingga Rabu (11/2) pukul 09.00 WIB, beberapa titik genangan telah surut, meski sebagian wilayah masih tergenang dengan ketinggian bervariasi.

Empat kecamatan terdampak, yakni Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong, dengan total 11 desa. Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah tergenang. BPBD Kendal terus melakukan pemantauan dan kaji cepat sesuai prosedur kebencanaan, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat di wilayah rawan hidrometeorologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diminta membersihkan saluran air, memastikan kondisi atap dan struktur rumah aman, menjauhi aliran sungai saat debit meningkat, serta segera melapor jika terjadi kenaikan muka air atau potensi longsor.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk memperkuat koordinasi, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi hingga situasi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.

(*)

Komentar