JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 34 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode Jumat (31/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 31 kejadian dilaporkan memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat.
Berdasarkan laporan BNPB, bencana yang paling banyak terjadi didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang dipicu musim kemarau di sejumlah daerah.
Salah satu kejadian karhutla terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang menghanguskan sekitar tiga hektare lahan di Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Paleteang. Kebakaran diduga dipicu cuaca yang sangat panas sehingga api cepat menyebar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Karhutla juga melanda Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan luas lahan terbakar sekitar empat hektare di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang. Berdasarkan laporan BPBD, kebakaran diduga dipicu kelalaian warga saat membakar lahan untuk membuka area tanaman palawija. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Sementara itu, kebakaran lahan lainnya terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tepatnya di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Sekitar dua hektare lahan kering terbakar akibat cuaca panas dan tiupan angin yang mempercepat penyebaran api. Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran tersebut.
Di Kota Lhokseumawe, Aceh, proses pemadaman karhutla juga telah selesai. Kebakaran di Gampong Alulim, Kecamatan Blang Mangat, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Selain karhutla, BNPB juga melaporkan meningkatnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kekeringan berdampak kepada 1.096 jiwa dari 390 kepala keluarga. BPBD setempat telah mendistribusikan 28.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sedangkan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, sebanyak 916 jiwa atau 296 kepala keluarga terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 4.400 liter air bersih serta melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga terdampak.
Di sisi lain, bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Binjai, Sumatera Utara. Sebanyak tujuh kepala keluarga terdampak, sementara tujuh rumah mengalami kerusakan sedang. Tim gabungan telah melakukan gotong royong membersihkan material yang berserakan akibat angin kencang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi kering selama musim kemarau. Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla, serta mengoptimalkan langkah-langkah pengurangan risiko bencana.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau berlangsung.
(*)










Komentar