JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode Sabtu (30/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (31/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Bencana yang tercatat meliputi banjir di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, serta cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan rumah warga di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan, pendataan, serta langkah-langkah penanganan guna meminimalkan dampak bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Banjir di Poso Rendam 25 Rumah dan Rusakkan Tanggul
Banjir melanda Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan Sungai Betalemba meluap serta merobohkan tanggul sungai.
Akibat kejadian itu, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain merendam 25 rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada satu ruas jalan dan satu tanggul sungai.
BPBD Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi alat berat untuk membersihkan material sisa banjir serta pembangunan tanggul baru.
Meski demikian, genangan air dilaporkan telah surut pada Sabtu malam sekitar pukul 19.20 WITA.
Karhutla Hanguskan Satu Hektare Lahan di Barito Kuala
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Jumat (29/5/2026) pukul 15.33 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar satu hektare lahan dilaporkan terbakar.
BPBD setempat bersama instansi terkait langsung melakukan asesmen dan penanganan di lapangan. Berdasarkan laporan terbaru, api berhasil dipadamkan pada Sabtu (30/5/2026).
Cuaca Ekstrem Rusakkan Puluhan Rumah di Deli Serdang
Di wilayah Sumatera Utara, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (29/5/2026) pukul 22.00 WIB.
Wilayah terdampak meliputi Desa Bulu Cina, Desa Kota Rantang, Desa Lama, Desa Hamparan Perak, dan Desa Sei Baharu.
BNPB mencatat sebanyak 61 kepala keluarga atau 231 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.
Kerusakan yang ditimbulkan meliputi empat rumah rusak berat, 19 rumah rusak sedang, dan 37 rumah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Deli Serdang saat ini masih melakukan asesmen dan verifikasi lapangan bersama pemerintah setempat. Sebagian besar warga dilaporkan telah melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
BNPB Imbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Berdasarkan prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat berstatus siaga diperkirakan terjadi di Papua Pegunungan. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
BNPB Minta Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang masih mungkin terjadi.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta terus memantau kondisi sungai dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila debit air meningkat secara signifikan.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
BNPB menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat, deteksi dini, serta respons cepat dari seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.
(*)








Komentar