JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Senin (18/5/2026) hingga Selasa (19/5/2026) pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. dalam siaran tertulis menjelaskan, bencana banjir masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah di sejumlah wilayah akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin (18/5/2026). Banjir merendam Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong dan berdampak terhadap 66 warga.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada 66 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Hingga saat ini kondisi banjir dilaporkan mulai surut.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (18/5/2026) pukul 08.54 WITA.
Sebanyak 155 unit rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi. Sedikitnya 589 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air masih mengalami peningkatan. BPBD Kabupaten Tapin terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.
Masih di Kalimantan Selatan, banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (18/5/2026).
Wilayah terdampak meliputi sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pandawan, Kecamatan Barabai, dan Kecamatan Batu Benawa.
Hasil kaji cepat sementara mencatat sebanyak 2.489 unit rumah terdampak banjir. Selain itu, 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 unit perkantoran turut terdampak dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 60 sentimeter.
BPBD Hulu Sungai Tengah telah melakukan asesmen dan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak.
Sementara itu di Jawa Barat, banjir terjadi di Kabupaten Cirebon akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap ke permukiman warga.
Wilayah terdampak berada di sejumlah kelurahan di Kecamatan Harjamukti, Lemahwungkuk, Kesambi, dan Pekalipan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 1.363 unit rumah dan 5.139 warga terdampak banjir. Selain itu, 30 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.
Saat ini kondisi banjir di Kabupaten Cirebon dilaporkan mulai berangsur surut dengan tinggi muka air berkisar antara 40 hingga 150 sentimeter.
BPBD Kabupaten Cirebon bersama unsur terkait telah melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia masih cukup tinggi.
Masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras terjadi dalam durasi lama, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir.
Selain itu, warga juga diimbau rutin memantau kondisi tinggi muka air dan mengikuti informasi cuaca resmi dari instansi berwenang.
(*)











Komentar