JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana melanda berbagai daerah di Indonesia dalam dua hari terakhir, mulai dari banjir hingga angin kencang.
Laporan yang dihimpun BNPB sejak Jumat (13/3/2026) hingga Sabtu (14/3/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan beberapa wilayah terdampak bencana hidrometeorologi basah.
Banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sula pada Kamis (12/3). Bencana tersebut melanda Desa Waisaka di Kecamatan Mangoli Utara Timur. Sedikitnya 35 unit rumah mengalami kerusakan dan satu jembatan dilaporkan ambruk akibat banjir tersebut.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kejadian. Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (13/3), kondisi banjir di wilayah tersebut telah surut.
Kejadian banjir juga terjadi di Kabupaten Bima setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (13/3) sekitar pukul 17.00 WITA.
Banjir berdampak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Palibelo dan Kecamatan Wera. Sebanyak 587 jiwa dilaporkan terdampak dan 165 unit rumah terendam. Selain itu, banjir juga mempengaruhi satu fasilitas ibadah, satu fasilitas umum, serta tiga akses jalan.
Sementara itu, banjir akibat luapan sungai juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan setelah Sungai Nunusunu meluap. Banjir berdampak di Desa Toineke, Tuafanu, dan Kiufatu yang berada di Kecamatan Kualin.
Berdasarkan kaji cepat sementara, sebanyak 430 rumah tergenang dan 1.582 jiwa terdampak. Namun berdasarkan pemantauan visual pada Jumat (13/3), kondisi sungai telah kembali normal.
Selain banjir, bencana angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (10/3) saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang Desa Kesumadadi di Kecamatan Bakri.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian tiga rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan. Tim BPBD setempat segera melakukan penanganan darurat setelah kejadian berlangsung.
Menanggapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air dan mengikuti informasi cuaca dari lembaga resmi. Jika hujan deras berlangsung dalam waktu lama, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
(*)










Komentar