JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 7 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Bencana yang terjadi didominasi banjir serta cuaca ekstrem yang dipicu hujan deras dan angin kencang.
Di wilayah DKI Jakarta, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) menyebabkan genangan banjir di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 105 rukun tetangga (RT) dan 19 ruas jalan terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) yang bervariasi.
Di Jakarta Barat, banjir merendam 26 RT yang tersebar di delapan kelurahan, yakni Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara dengan TMA berkisar 20 hingga 100 sentimeter.
Sementara itu, di Jakarta Selatan tercatat 22 RT terdampak yang berada di Kelurahan Cilandak Barat, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur. Tinggi genangan bervariasi, dengan kondisi terparah mencapai 170 sentimeter di Kelurahan Cipete Utara dan Pela Mampang.
Di Jakarta Timur, banjir merendam 57 RT yang tersebar di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, dan Halim Perdana Kusuma dengan tinggi muka air antara 25 hingga 160 sentimeter.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi 19 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta, di antaranya Jalan Srengseng Raya, Daan Mogot KM 13, Meruya Selatan, Kapten Pierre Tendean, Cileduk Raya, Bintaro Permai Raya, hingga Bendungan Hilir Tanah Abang.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik. Kebutuhan dasar bagi warga terdampak juga telah disiapkan, sementara genangan ditargetkan dapat segera surut.
Kejadian banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada Sabtu (7/3) pagi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari. Empat desa di empat kecamatan terdampak dengan total 160 kepala keluarga atau 489 jiwa terdampak.
Ketinggian air di Desa Pasirbuyut tercatat berkisar 50 hingga 60 sentimeter, sementara di Desa Rancasanggal dan Pamarayan mencapai 40 hingga 45 sentimeter. Di Desa Kemuning, genangan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter juga menghambat akses jalan. Hingga saat ini tidak ada laporan warga mengungsi, namun masyarakat diimbau tetap waspada jika ketinggian air kembali meningkat.
Banjir juga melanda Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (7/3) malam sekitar pukul 19.00 WITA. Sebanyak 391 kepala keluarga atau 1.089 jiwa di Desa Moutong Tengah dan Moutong Utara terdampak. Saat ini banjir telah berangsur surut dan hanya menyisakan genangan sekitar 15 sentimeter.
Di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, banjir yang terjadi pada Jumat (6/3) sore berdampak pada sembilan desa di Kecamatan Tambora, Wera, Bolo, dan Ambalawi. Sebanyak 527 rumah terdampak, termasuk dua fasilitas pendidikan dan tiga kantor pemerintahan. Selain itu, satu jembatan dilaporkan putus akibat derasnya arus air.
Pada Sabtu (7/3), kondisi banjir di wilayah tersebut telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan sisa material banjir secara gotong royong.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (8/3) dini hari. Dua kelurahan di Kecamatan Pondok Aren, yakni Jurangmangu Barat dan Pondok Kacang Timur terdampak banjir yang menggenangi sekitar 660 rumah serta dua akses jalan dengan tinggi air antara 10 hingga 40 sentimeter. Hingga saat ini banjir masih belum surut.
Selain banjir, sejumlah wilayah juga dilanda cuaca ekstrem disertai angin kencang. Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, angin kencang yang terjadi pada Jumat (6/3) menyebabkan pohon tumbang, merobohkan gudang, serta merusak atap rumah warga.
Data sementara mencatat 17 rumah mengalami kerusakan ringan dan dua rumah rusak sedang. Satu warga dilaporkan mengalami luka ringan. Petugas telah melakukan pembersihan pohon tumbang sehingga akses jalan kembali normal.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Desa Karangtengah dan Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara.
Sebanyak 19 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan, delapan rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat. Sedikitnya empat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD setempat telah melakukan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan lokasi terdampak.
Di Kota Cimahi, Jawa Barat, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan di Kelurahan Citeureup dan Kelurahan Padasuka pada Jumat (6/3). Sebanyak 126 kepala keluarga atau 378 jiwa terdampak akibat kerusakan atap rumah, fasilitas ibadah, serta bangunan usaha. Beberapa pohon tumbang juga dilaporkan menimpa kendaraan dan menutup akses jalan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Cimahi telah melakukan asesmen, pembersihan pohon tumbang, serta menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga terdampak.
Menanggapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Masyarakat diminta memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan kuat, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memantau ketinggian air bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Jika terjadi hujan deras dalam waktu lama, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan serta terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.
(*)








Komentar