BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Daerah, Banjir Bandang Sumbawa Berdampak Ribuan Warga

BNPB mencatat bencana hidrometeorologi basah mendominasi

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan situasi dan penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Sabtu (7/2/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 07.00 WIB. Pada periode tersebut, kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

Salah satu kejadian tercatat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berupa angin kencang yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) sore. Peristiwa ini mengakibatkan 18 kepala keluarga terdampak dan 18 unit rumah mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Karanganyar bersama aparat setempat telah melakukan penanganan, dan kondisi wilayah terdampak dilaporkan sudah kembali kondusif.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026) sore akibat hujan dengan intensitas tinggi. Longsor terjadi di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, dan material longsoran menimpa rumah warga. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan.

Sementara itu, angin kencang turut melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu sore. Sebanyak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, mengalami kerusakan ringan. Bencana ini berdampak pada 45 warga, dan BPBD setempat telah melakukan kaji cepat serta penanganan awal.

Di wilayah timur Indonesia, banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Banjir terjadi setelah hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur wilayah tersebut dan berdampak pada 10 desa di Kecamatan Empang.

Berdasarkan data sementara, banjir bandang tersebut berdampak pada 4.572 warga serta merendam 1.143 unit rumah. Hingga kini, BPBD Kabupaten Sumbawa masih melakukan kaji cepat dan pemantauan lanjutan di lokasi terdampak.

BNPB mengingatkan bahwa Indonesia saat ini masih berada dalam musim penghujan, sehingga potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang masih cukup tinggi di berbagai daerah.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi lingkungan, khususnya di sekitar tebing dan lereng yang berdekatan dengan permukiman. Jika ditemukan retakan tanah atau tanda-tanda potensi longsor, warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi serta melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.

BNPB menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

 

(*)

Komentar