BNPB: Gerakan Tanah Tasikmalaya, Cuaca Ekstrem Klaten & Probolinggo, Status Gunung Api Siaga

BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan

JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 18-19 Februari 2026.

Gerakan Tanah di Tasikmalaya

Gerakan tanah terjadi di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Senin (16/2) akibat hujan deras. Sebanyak ±5 kepala keluarga (KK) terdampak dan ±47 KK terancam.

Kerugian materiil tercatat ±47 rumah terancam, 2 rumah rusak berat, dan 3 rumah rusak ringan. BPBD Kabupaten Tasikmalaya sedang melakukan pendataan dan penanganan.

Cuaca Ekstrem di Klaten dan Probolinggo

Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilanda cuaca ekstrem pada Selasa (17/2) yang berdampak pada tiga desa di Kecamatan Bayat. Pada hari yang sama, angin kencang melanda Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan pada 7 rumah warga. BPBD setempat telah melakukan asesmen dan koordinasi. Warga Probolinggo melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

Status Gunung Api Siaga

BNPB juga memantau status aktivitas gunung api. Beberapa gunung api berstatus level III (Siaga) antara lain Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), Gunung Merapi (D.I. Yogyakarta), dan Gunung Semeru (Jawa Timur).

Imbauan Kesiapsiagaan

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada periode 17-19 Februari 2026.

Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca dari BMKG, memastikan kondisi lingkungan aman, dan segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat. Pemerintah daerah dan BPBD diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi.

(*)

Komentar