JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Rabu hingga Kamis, 19–20 Agustus 2026.
Karhutla, kekeringan hingga cuaca ekstrem masih terjadi di tengah musim kemarau. Bahkan, pemantauan Satelit NOAA-20 menunjukkan terdapat 1.487 titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026).
Karhutla terjadi di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (19/8).
Lahan seluas 10,65 hektare dilaporkan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara bersama personel gabungan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Ancaman kekeringan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Wilayah terdampak meliputi Desa Burikan, Kecamatan Cawas serta Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang.
BNPB mencatat kekeringan tersebut berdampak terhadap 12.946 jiwa dari 3.848 kepala keluarga (KK).
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Klaten melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (19/8) sekitar pukul 04.30 WITA.
Bencana tersebut berdampak pada sekitar delapan KK. Berdasarkan asesmen BPBD Kabupaten Maros, enam rumah mengalami rusak berat dan dua rumah rusak ringan.
Satu fasilitas kesehatan juga dilaporkan terdampak.
Wilayah terdampak berada di Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru dan Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung.
Tim gabungan kemudian melakukan kerja bakti untuk membersihkan material akibat angin kencang.
Sementara itu, angin puting beliung melanda Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (18/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Dampaknya tersebar di lima kecamatan, yakni Medan Johor, Medan Barat, Medan Tunggal, Medan Timur dan Medan Helvetia.
BPBD Kota Medan mencatat 39 jiwa dari 13 KK terdampak.
Kerusakan material meliputi 11 rumah warga dan lima unit mobil.
BPBD Kota Medan telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pendataan kerusakan untuk menentukan kebutuhan bantuan lanjutan.
Di tengah ancaman karhutla selama musim kemarau, sebaran hotspot di Kalimantan menjadi perhatian pemerintah.
Berdasarkan pemantauan terbaru Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), terdapat 1.487 hotspot yang tersebar di wilayah Kalimantan.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 767 titik.
Kemudian Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan 74 titik, Kalimantan Timur 74 titik, dan Kalimantan Utara 3 titik.
Tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi meluasnya karhutla apabila tidak segera diantisipasi.
BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan titik panas, pemetaan wilayah rawan serta koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi lapangan.
BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.
Apabila menemukan atau mengetahui adanya kebakaran, masyarakat diimbau segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
(*)










Komentar