JURANEWS.ID, UNGARAN – Warga Kabupaten Semarang mengeluhkan kepesertaan BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) yang mendadak nonaktif. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan mengakses layanan kesehatan secara gratis.
Sejumlah warga mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang untuk mengurus reaktivasi kepesertaan BPJS PBI tersebut, Senin (9/2/2026).
Siti Khotijah, warga Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, menceritakan pengalamannya saat kepesertaan BPJS PBI anaknya tidak aktif saat hendak kontrol kesehatan di rumah sakit di Solo. Meskipun sebelumnya masih bisa digunakan, pada 2 Februari 2026, ia mendapat informasi bahwa BPJS PBI anaknya sudah tidak lagi ditanggung.
Warga Bandarjo, Ungaran Barat, Imam Muhadi, juga mengaku baru mengetahui kepesertaan BPJS PBI miliknya tidak aktif saat hendak memeriksakan kesehatan. Ia mengaku kecewa karena BPJS PBI sangat dibutuhkan keluarganya, terutama untuk istri dan anak.
Jika berobat sendiri, Imam harus mengeluarkan biaya setidaknya Rp 50 ribu – Rp 100 ribu untuk berobat ke dokter umum. Belum lagi jika harus diopname, tentu biaya yang harus dikeluarkan lebih banyak.
(*)















Komentar