Bukan Sekadar Irit! Bongkar Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2, Bisa Tempuh hingga 1.200 Km

Teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) pada JETOUR T1 dan T2 menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan transmisi hybrid untuk mengejar performa sekaligus efisiensi

JURANEWS.ID, TANGERANG – Teknologi kendaraan elektrifikasi terus berkembang dan menawarkan pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan mobil bertenaga sekaligus efisien. Salah satunya dihadirkan JETOUR melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) pada JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM.

Teknologi plug-in hybrid tersebut dirancang untuk mengombinasikan performa mesin bensin dengan motor listrik sehingga kendaraan dapat menyesuaikan sumber tenaga berdasarkan kondisi berkendara.

PT JETOUR Sales Indonesia memperkenalkan i-DM sebagai salah satu teknologi utama untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

Product Senior Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, mengatakan teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan perbedaan karakter dan kebutuhan konsumen.

“Kami memahami bahwa setiap konsumen memiliki preferensi berkendara yang berbeda. Ada yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan untuk mobilitas sehari-hari, sementara ada pula yang mencari performa lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh maupun menjelajah berbagai medan,” ujar Irwan, Rabu (5/8/2026).

Begini Cara Kerja Teknologi i-DM JETOUR

Teknologi Intelligent Dual Mode mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Ketiganya bekerja secara terintegrasi untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai dengan kondisi perjalanan.

Dalam situasi tertentu, kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik. Pada kondisi lainnya, mesin bensin mengambil peran, atau keduanya bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan tenaga yang lebih optimal.

Sistem tersebut memungkinkan kendaraan tetap responsif tanpa mengesampingkan efisiensi penggunaan energi.

T1 dan T2 Punya Karakter Berbeda

Meski sama-sama menggunakan teknologi i-DM, karakter JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM dibuat berbeda.

JETOUR T2 i-DM menyasar konsumen yang menginginkan performa dan pengalaman adventure. Model ini menggunakan dua motor listrik yang dipadukan dengan 3 Speed DHT.

Konfigurasi tersebut dirancang menghasilkan akselerasi lebih responsif dan tenaga lebih besar untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.

Sementara JETOUR T1 i-DM menggunakan satu motor listrik dengan 1 Speed DHT. Karakter ini membuat T1 i-DM lebih diarahkan untuk kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh.

Ada 5 dan 9 Skenario Hybrid

Salah satu teknologi penting dalam sistem i-DM adalah Hybrid Management System.

Sistem tersebut memungkinkan kendaraan memilih skenario kerja mesin dan motor listrik secara otomatis berdasarkan kondisi berkendara.

JETOUR T1 i-DM memiliki lima skenario hybrid, sedangkan JETOUR T2 i-DM dibekali sembilan skenario hybrid.

Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode.

Product Trainer PT JETOUR Sales Indonesia, Fatur Farhananda, menjelaskan sistem tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi.

“Teknologi i-DM dirancang untuk menjaga efisiensi di berbagai kondisi berkendara. Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol,” jelas Fatur.

JETOUR T2 i-DM Bisa Tempuh Lebih dari 1.200 Km

Salah satu daya tarik teknologi i-DM terdapat pada kemampuan jarak tempuhnya.

JETOUR T2 i-DM diklaim mampu menempuh perjalanan hingga lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai penuh dan tangki bahan bakar penuh.

Kemampuan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk untuk perjalanan jarak jauh.

Isi Baterai 30-80 Persen Cuma 27 Menit

Tak hanya soal jarak tempuh, JETOUR juga membekali teknologi i-DM dengan fleksibilitas pengisian daya.

Selain mendukung AC Charging, sistem tersebut juga mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW.

Dengan fasilitas tersebut, baterai diklaim dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit.

Baterai juga dapat memperoleh tambahan energi ketika kendaraan digunakan melalui sistem regenerative braking maupun drive charging.

Bisa Jadi Sumber Listrik Saat Camping

Teknologi i-DM juga dirancang mendukung aktivitas di luar kendaraan.

JETOUR menyematkan fitur Vehicle to Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3,3 kW.

Fitur tersebut memungkinkan mobil digunakan sebagai sumber listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik.

Mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga kebutuhan aktivitas outdoor dan camping dapat memanfaatkan sumber daya listrik dari kendaraan.

Melalui Intelligent Dual Mode, JETOUR menawarkan konsep plug-in hybrid yang tidak hanya mengejar efisiensi bahan bakar, tetapi juga menggabungkan performa, fleksibilitas pengisian daya, jarak tempuh panjang, dan fitur pendukung gaya hidup modern.

Teknologi tersebut menjadi salah satu strategi JETOUR dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

(*)

Komentar