PEMALANG, Juranews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan Pentas Karawitan Bulanan yang digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin malam (6/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pemalang Anom Widyantoro memberikan apresiasi kepada Kecamatan Watukumpul yang dinilai konsisten menjaga seni, budaya, dan adat istiadat meski berada di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi.
Menurut Anom, pembangunan karakter masyarakat melalui budaya memiliki nilai yang jauh lebih abadi dibanding pembangunan fisik.
“Bangunan fisik bisa rusak dalam waktu singkat, tetapi pembangunan karakter, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan akan tetap hidup dan menjadi kekuatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelestarian seni budaya, termasuk karawitan, merupakan bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat Jawa maupun Indonesia. Karena itu, dirinya mengapresiasi para pelaku seni, khususnya generasi muda, yang terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djoko Susanto, menjelaskan bahwa Pentas Seni Karawitan memiliki sejumlah tujuan strategis.
Pertama, memperkuat budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi. Kedua, melestarikan seni dan budaya tradisional agar tetap hidup serta dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda. Ketiga, memberikan ruang bagi para seniman daerah untuk menampilkan karya dan kemampuan terbaik mereka.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus mendorong tumbuhnya regenerasi pelaku seni di tengah perkembangan zaman,” ujar Fera.
Melalui Pentas Karawitan Bulanan, Pemkab Pemalang berharap semangat melestarikan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga warisan budaya daerah tetap lestari dan mampu menjadi identitas yang membanggakan di masa depan.
(*)











Komentar