Bupati Dyah Kartika Sebut Ekonomi Kendal Tumbuh 8,57 Persen, Investasi KIK Tembus Rp197 Triliun

Ekspansi Godrej di KIK menambah daftar investasi baru dengan nilai Rp506 miliar dan potensi penyerapan 680 tenaga kerja.

KENDAL, JURANEWS.ID – Investasi industri di Kabupaten Kendal terus menunjukkan geliat positif. Salah satunya ditandai dengan ekspansi fasilitas manufaktur PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Fasilitas baru tersebut resmi diresmikan oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Selasa (6/10/2026).

Bupati Kendal mengatakan, ekspansi GCPI menjadi langkah strategis untuk semakin memperkuat posisi perusahaan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Ekspansi tersebut merupakan langkah strategis yang diharapkan semakin menguatkan posisi PT GCPI, serta menciptakan lapangan kerja dengan standar produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Dyah.

Dyah menyoroti kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal.

Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kendal pada triwulan III 2026 secara year-on-year (yoy) mencapai 8,57 persen. Angka tersebut menempatkan Kendal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah.

Menurutnya, capaian tersebut salah satunya tidak terlepas dari aktivitas investasi di Kawasan Industri Kendal.

Sejak diresmikan pada November 2016 hingga September 2026, KIK telah menarik 143 investor atau tenant dengan total nilai investasi mencapai Rp197 triliun.

Investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 79 ribu tenaga kerja. Dari total tenant yang ada, sebanyak 72 perusahaan telah beroperasi penuh.

Pemkab Kendal, lanjut Dyah, akan terus menjaga iklim investasi agar tetap aman, kondusif, dan responsif.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan demi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Godrej Siapkan Fasilitas Kendal untuk Pasar Ekspor

Sementara itu, CEO GCPI Rajesh Sethuraman mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam strategi pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Godrej telah hadir di Indonesia sejak 2010 dan terus mengembangkan bisnisnya.

Menurut Rajesh, pembangunan fasilitas baru di Kendal dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan sekaligus memperkuat basis manufaktur perusahaan di Indonesia.

“Namun lebih dari itu, kami juga menggunakan ini sebagai peluang untuk mengekspor ke pasar lainnya,” kata Rajesh.

Ia menegaskan, ekspansi bisnis perusahaan juga akan diarahkan agar berjalan secara inklusif bersama masyarakat sekitar.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga harus menciptakan lebih banyak peluang bagi komunitas lokal.

Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyambut baik ekspansi GCPI.

Menurutnya, kehadiran fasilitas baru tersebut akan turut mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekaligus menambah jumlah perusahaan yang beroperasi di KIK.

“Salah satu kontribusi investasi terbaru datang dari Godrej, yang menanamkan modal sebesar Rp506 miliar khusus di Kendal, dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 680 orang,” kata Juliani.

Dengan ekspansi GCPI, jumlah perusahaan yang terdaftar di KIK kini bertambah dari 143 menjadi 144 perusahaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 perusahaan telah beroperasi penuh, sementara 27 perusahaan lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Juliani mengatakan, nilai investasi di kawasan tersebut masih berpotensi meningkat seiring proses penyelesaian pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masih berlangsung.

(*)

Komentar