JURANEWS.ID, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen terus menghadirkan terobosan dalam meningkatkan layanan publik, salah satunya melalui program bus sekolah gratis yang resmi beroperasi sejak 17 Juli 2023.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung akses pendidikan yang lebih mudah, aman, dan terjangkau bagi seluruh pelajar di Bumi Sukowati.
Program Bus Sekolah Gratis Sragen ini dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan transportasi pelajar, seperti keterbatasan angkutan umum dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan remaja pengguna sepeda motor.
“Program ini bukan sekadar menyediakan tumpangan gratis, tetapi juga menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam perjalanan menuju sekolah,” ujar Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Minggu (19/10).
Bus sekolah gratis di Sragen hadir sebagai bentuk sinergi lintas instansi.
Armada yang digunakan berasal dari hibah berbagai instansi daerah, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Amal Sehat, Bagian Umum Setda, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).
Program ini juga memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Bupati Sragen Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sekolah Gratis. Pelaksanaan di lapangan turut dilengkapi dengan SOP operasional, aplikasi SI JEMPOL untuk pelacakan bus secara real-time, serta Paguyuban Trans Bumi Sukowati sebagai wadah kolaborasi bersama pengusaha transportasi lokal.
Saat ini terdapat 5 unit bus sekolah yang melayani 4 rute utama di beberapa kecamatan, yaitu:
- Rute A: SPBU Tunjungan – MTS Negeri 5 Sragen (2 armada)
- Rute B: Indomaret Grompol Masaran – Halte PMI Sragen
- Rute C: Kantor Kecamatan Kedawung – SMA Negeri 1 Sragen
- Rute D: Simpang Galeh Tangen – SMA Negeri 1 Tangen
Layanan bus ini beroperasi dua sesi setiap hari:
- Pagi: pukul 05.30 – 07.00 WIB (antar siswa ke sekolah)
- Siang: pukul 13.00 – 15.00 WIB (jemput siswa pulang)
Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Masyarakat
Antusiasme masyarakat terhadap layanan bus sekolah sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Sragen, sejak 2023 hingga 2025 layanan ini telah melayani 45.719 penumpang.
Rinciannya:
- Bus A: 17.180 penumpang (rata-rata 59 pelajar per hari)
- Bus B: 10.756 penumpang (rata-rata 37 pelajar per hari)
- Bus C: 12.089 penumpang (rata-rata 48 pelajar per hari)
- Bus D: 5.694 penumpang (rata-rata 27 pelajar per hari)
Data tersebut membuktikan bahwa layanan ini tidak hanya membantu siswa di wilayah pinggiran, tetapi juga menekan angka putus sekolah, mengurangi pelanggaran lalu lintas, serta meringankan beban ekonomi keluarga.
Program bus sekolah gratis juga menjadi bagian dari visi besar Sragen untuk mewujudkan layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas layanan dari 4 menjadi 12 rute agar menjangkau lebih banyak pelajar di wilayah pelosok.
Selain mendukung pendidikan, program ini juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Pengusaha transportasi lokal turut diberdayakan, sementara perawatan armada dilakukan rutin oleh Dinas Perhubungan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan.
Kabupaten Sragen yang dikenal dengan julukan “Bumi Sukowati” tidak hanya memiliki potensi pertanian dan pariwisata unggulan seperti Situs Warisan Dunia Sangiran, tetapi juga terus memperkuat sektor pelayanan publik dan pendidikan.
Inovasi bus sekolah gratis menjadi simbol kemajuan daerah yang berpihak pada generasi muda, dengan semangat “Mengantar Aman, Menjemput Impian.”
(*)








Komentar