JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sejumlah kejadian bencana yang didominasi oleh banjir dan angin kencang dalam periode pemantauan Sabtu (11/4) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (12/4) pukul 07.00 WIB.
Di Kabupaten Bogor, hujan disertai angin kencang melanda Desa Cibedug dan Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, pada Sabtu sore. Sebanyak 18 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap akibat tertiup angin dan tertimpa pohon tumbang. Dua unit sekolah juga mengalami kerusakan sedang, sementara pohon tumbang di Jalan Gagak Veteran 3 sempat menyebabkan kemacetan.
Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Subang, di mana angin kencang merusak 144 rumah di dua desa, dengan rincian 62 rumah rusak ringan, 60 rusak sedang, dan 22 rusak berat. Tim BPBD setempat telah melakukan pendataan dan pembersihan material pohon tumbang bersama warga.
Sementara itu, banjir melanda Kabupaten Bandung akibat meluapnya Sungai Citarum setelah hujan dengan intensitas tinggi. Sebanyak 693 rumah di delapan wilayah terdampak dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 130 sentimeter. Sebanyak 65 warga terpaksa mengungsi, sementara lebih dari 1.700 jiwa lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu (11/4).
Di Kabupaten Boyolali, banjir akibat luapan Sungai Kedung Baung merendam 106 rumah di Kecamatan Juwangi. Akses jalan sempat terputus, namun saat ini air telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Blora, tepatnya di Kecamatan Cepu. Sebanyak 150 rumah, dua sekolah, dan satu fasilitas umum terdampak dengan ketinggian air mencapai 125 sentimeter. Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersetrum saat membersihkan sisa banjir, serta satu lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, angin kencang di Kabupaten Demak merusak 34 rumah di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah warga.
Di wilayah Kabupaten Lumajang, angin kencang merusak 31 rumah ringan dan satu rumah rusak berat di Kecamatan Gucialit. Sedangkan di Kabupaten Pacitan, satu warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.
BNPB mengungkapkan bahwa secara umum kondisi bencana mulai tertangani dan sebagian wilayah telah berangsur pulih, meskipun proses pembersihan dan pendataan masih berlangsung di sejumlah daerah.
Untuk periode 13 hingga 16 April 2026, BNPB mengingatkan potensi peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Warga diminta rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi angin kencang.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, logistik, serta jalur evakuasi, guna meminimalkan risiko bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
(*)












Komentar