KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSboJU5Ar/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan sistem pemantauan lampu penerangan jalan umum (PJU) berbasis sensor untuk mendeteksi gangguan lampu secara otomatis. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat penanganan lampu jalan yang mati tanpa harus menunggu laporan masyarakat atau pemeriksaan langsung petugas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan sistem tersebut memungkinkan kondisi lampu jalan dipantau melalui dashboard. Dengan perangkat yang dipasang pada ruas jalan tertentu, petugas diharapkan dapat mengetahui titik lampu yang mengalami gangguan secara lebih cepat.
Selama ini, penanganan lampu PJU antara lain dilakukan berdasarkan aduan masyarakat dan pemantauan petugas yang berkeliling. Melalui sistem baru tersebut, Dishub berupaya meningkatkan efektivitas pemantauan dan pemeliharaan penerangan jalan.
Dalam penjelasannya, Danang menegaskan perangkat yang disiapkan bukan kamera CCTV, melainkan sensor yang dipasang untuk membantu memantau sejumlah titik lampu.
Penerapan sistem tersebut direncanakan secara bertahap di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang. Dalam wawancara, Jalan Pahlawan disebut sebagai salah satu lokasi yang menjadi rencana pemasangan, bersama beberapa titik lain yang perlu dipastikan kembali.
Ke depan, Dishub berharap sistem pemantauan dapat terhubung lebih luas sehingga memudahkan petugas mengetahui gangguan penerangan jalan dan menentukan penanganan yang diperlukan.
Meski demikian, cakupan pemasangan, jadwal penerapan, serta kemampuan teknis sistem tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Keterbatasan Personel Jadi Tantangan Pemeliharaan PJU
Selain pengembangan teknologi, Dishub Semarang menghadapi tantangan dalam pemeliharaan lampu penerangan jalan, terutama keterbatasan jumlah personel dibandingkan luas wilayah yang harus ditangani.
Dalam wawancara tersebut, Danang menyebut jumlah personel yang menangani pekerjaan terkait PJU kurang dari 70 orang. Para petugas bekerja dalam sistem dua sif untuk menangani kebutuhan penerangan jalan di wilayah Kota Semarang yang mencapai 88 ribu titik lampu.
Pekerjaan perbaikan PJU juga memiliki risiko keselamatan, khususnya ketika petugas harus menangani instalasi listrik dan bekerja di sekitar jalan yang masih dilalui kendaraan.
Karena itu, pengembangan sistem pemantauan otomatis diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi gangguan tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan awal secara langsung ke setiap lokasi.
Dalam wawancara yang sama, Danang juga menyinggung sejumlah kendala teknis pada infrastruktur PJU konvensional. Kendala tersebut antara lain keterbatasan personel, kabel yang dilaporkan hilang di sejumlah lokasi, serta korosi pada kabel dan tiang yang dapat mengganggu kondisi instalasi penerangan jalan.
Selain itu, kondisi lingkungan seperti pepohonan yang menghalangi distribusi cahaya turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan penerangan jalan.
Dishub juga menghadapi persoalan pada sejumlah titik yang menggunakan panel surya. Berdasarkan penjelasan dalam wawancara, terdapat lokasi yang mengalami kendala dalam menyimpan energi pada baterai sehingga memengaruhi operasional lampu.
Persoalan tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai.
Pengembangan sistem sensor PJU menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur penerangan jalan yang lebih responsif. Dengan pemantauan melalui dashboard, petugas diharapkan dapat memperoleh informasi gangguan lebih cepat dan mengatur prioritas perbaikan berdasarkan kondisi di lapangan.
(*)








Komentar