JURANEWS.ID, BANYUMAS – Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong generasi muda di wilayah Banyumas Raya untuk memiliki visi yang visioner dan jauh ke depan dalam merintis dunia usaha. Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan ekonomi di era saat ini yang semakin dinamis dan kompetitif.
Dorongan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Analis Kredit Produktif Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto, Supriyadi, dalam kegiatan bertajuk ‘Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda’ yang digelar Jumat (17/7/2026).
Acara ini merupakan kolaborasi strategis antara Gerakan Solusi Indonesia, Kejaksaan Negeri Purwokerto, Bank Jateng Cabang Purwokerto, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Kegiatan edukasi yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai institusi pendidikan seperti FH Unsoed, UIN Saizu Purwokerto, dan SMA di Purwokerto ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cakap secara finansial dan hukum. Selain Supriyadi, forum ini juga diisi oleh sejumlah tokoh seperti Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Pujiyono Suwadi, Kajari Purwokerto Slamet Jaka Mulyana, dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Menurut Supriyadi, anak muda Banyumas harus berani memiliki visi global meskipun tetap berpijak di ranah lokal. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga sense of nationality atau rasa senasib sepenanggungan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
”Jadi kita harus punya visi ke depan, yang lebih jauh. Apalagi eranya sekarang sangat menantang,” ungkap Supriyadi dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga memotivasi para peserta yang hadir—yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga pelaku usaha muda—untuk berani memulai bisnis. Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut dibarengi dengan pemahaman literasi keuangan dan akses kredit perbankan sebagai bekal finansial yang matang.
”Tadi saya dengar ada yang suaranya bagus ketika bertanya di forum. Untuk itu kita harus tahu potensinya ke depan. Bisa jadi anchor atau penyanyi. Termasuk teman-teman yang akan merintis usaha lain,” terangnya.
Tips Pengelolaan Keuangan dan Prinsip Perbankan
Agar pengelolaan keuangan bisnis terpantau sehat oleh pihak bank, Supriyadi membagikan tips praktis bagi para pemula. Langkah fundamental yang wajib diterapkan adalah pemisahan administrasi keuangan.
”Pisahkan uang usaha dan uang pribadi, agar bank mudah menganalisa arus kasnya. Selain itu, tentukan tujuan kredit secara jelas dan realistis, serta jaga integritas reputasi, dengan selalu membayar angsuran secara lancar sebelum jatuh tempo,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Supriyadi juga menjelaskan posisi perbankan sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit, sesuai UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Ia membedakan kredit menjadi dua kategori, yakni kredit produktif untuk pengembangan usaha dan kredit konsumtif untuk kebutuhan pribadi.
Dalam menilai kelayakan calon nasabah, Bank Jateng tetap konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian 5C, yakni Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy.
Peringatan Keras Soal Keamanan Data Pribadi
Salah satu poin krusial yang disampaikan Supriyadi adalah peringatan keras bagi mahasiswa mengenai perlindungan data pribadi, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ia meminta agar generasi muda tidak meminjamkan identitas diri kepada siapa pun untuk keperluan pengajuan kredit.
”Jangan pertaruhkan data diri, karena rasa sungkan atau tidak enak dengan teman. Jika KTP dipinjam untuk utang dan kemudian kreditnya bermasalah, rekam jejak keuangan Anda akan buruk di Sistem Layanan Informasi Konsumen (SLIK) OJK,” tegasnya.
Ia menambahkan, catatan buruk pada SLIK OJK merupakan ancaman serius bagi masa depan karier maupun bisnis para generasi muda.
”Bayangkan, saat Anda nanti punya usaha yang sedang berkembang dan butuh modal dari perbankan, pengajuan kredit bisa langsung ditolak, karena KTP-nya pernah bermasalah di masa lalu. Peluang berkembang pun jadi hilang,” pungkasnya.
(*)
















Komentar