DPWK FT UNDIP dan SMUS Jerman Kolaborasi Pahami Problematika Masyarakat Pesisir Demak

SMUS Campus Kick-Off: Blurring Boundaries – The Role of Ec(h)otones in Shaping Urban Sustainability

JURANEWS.ID, SEMARANG – Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Technische Universität Berlin menggelar kegiatan akademik bertajuk SMUS Campus Kick-Off: Blurring Boundaries – The Role of Ec(h)otones in Shaping Urban Sustainability.

Acara yang merupakan bagian dari program Global Center of Spatial Methods for Urban Sustainability (SMUS) ini diselenggarakan secara hybrid dan diikuti ratusan mahasiswa dari UNDIP, Unissula, dan USM.

Ketua Departemen PWK UNDIP sekaligus Penanggung Jawab Lokal, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., MPS, menjelaskan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya pendekatan lintas disiplin untuk memahami tantangan perkotaan, khususnya di wilayah pesisir.

“SMUS menjadi platform dialog dan kolaborasi riset dalam praktik perencanaan kota berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (10/10).

Sementara itu, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FT UNDIP, Prof. Ir. Nita Aryanti, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini karena memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini memperkaya perspektif pembangunan kota berkelanjutan dan membuka ruang lahirnya ide serta kebijakan strategis,” tuturnya.

Pada sesi utama, Prof. Dr.sc.agr. Iwan Rudiarto memaparkan konsep ecotone sebagai kawasan peralihan dua ekosistem dengan karakter sosial-ekologis yang dinamis.

Mahasiswa kemudian mempresentasikan hasil riset lapangan di pesisir Demak dengan tiga topik utama Blue-Green Approach for Coastal Ecotone Area, Living at The Edge of Change: Sayung Ecotone Futures dan Ecotone Transformation in Coastal Cities.

Ahli dari Technical University of Munich, Prof. Dr. Walter Timo de Vries, memberikan apresiasi atas presentasi mahasiswa yang menggambarkan kondisi masyarakat pesisir secara komprehensif, termasuk inovasi warga menghadapi abrasi dan kenaikan muka air laut.

Perwakilan Kedutaan Besar Jerman Jakarta, Anisa Fitria, dan Pramudita Mahyastuti dari GIZ Indonesia, turut menyoroti pentingnya kerja sama Indonesia–Jerman dalam pengelolaan lanskap darat dan laut yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi wadah berbagi ilmu dan inspirasi menuju pembangunan kota adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11 dan 13.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi foto bersama, sebagai simbol kolaborasi akademik antara Indonesia dan Jerman.

(*)

Komentar

News Feed