JURANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah mantan narapidana terorisme (napiter) di Jawa Tengah membentuk sebuah wadah sosial bernama Yayasan Persaudaraan Anak Negeri Kita (Persadani).
Organisasi ini berdiri sejak tahun 2020 dan berfokus pada kegiatan pendampingan bagi para eks napiter serta keluarga mereka agar dapat kembali berbaur dengan masyarakat.
Ketua Umum Yayasan Persadani, Sri Puji Mulyo Siswanto, mengungkapkan bahwa lembaga ini menjadi ruang bagi para eks napiter untuk berinteraksi sosial secara positif.
“Persadani merupakan wadah bagi kawan-kawan eks napiter agar bisa berkontribusi dan berinteraksi sosial. Kami memberikan ruang dan kesempatan bagi mereka untuk berkembang,” ujarnya.
Puji menjelaskan, saat ini Persadani memiliki sekitar 66 anggota yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
“Kantor pusat kami berada di Semarang, dan untuk sementara baru ada cabang di Kota Semarang,” katanya.
Adapun kegiatan utama Persadani meliputi pendampingan terhadap narapidana yang masih menjalani hukuman, keluarganya, serta eks napiter yang telah bebas.
Pendampingan mencakup berbagai aspek seperti pendidikan anak, keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Namun, perjalanan Persadani tidak selalu mulus. Puji mengakui, pada awal pembentukan, masih banyak masyarakat yang menolak keberadaan mereka karena trauma terhadap aksi-aksi terorisme di masa lalu.
“Di awal-awal, masyarakat masih rentan menolak kami karena trauma. Tapi seiring waktu, kepercayaan mulai tumbuh,” katanya.
Puji sendiri merupakan mantan napiter yang telah dua kali menjalani hukuman, yakni pada tahun 2005 dan 2010. Kini, ia justru dipercaya masyarakat sebagai Ketua RW di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
“Ini bentuk kepercayaan dari masyarakat bahwa mantan napiter masih punya kesempatan untuk mengabdi dan memberi hal positif,” ungkapnya.
Persadani juga melibatkan sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang pergerakan. Salah satunya Ustaz Maskur, yang dikenal pernah menjadi sekretaris Amir Jamaah Islamiyah, Ustaz Para Wijayanto, sebelum organisasi tersebut dibubarkan.
Puji berharap, ke depan, Persadani dapat semakin diterima oleh masyarakat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Harapan kami, komitmen untuk memberikan kontribusi kepada NKRI bisa mendapat sambutan dari stakeholder di tingkat daerah maupun nasional. Kami juga berharap masyarakat bisa merangkul, bukan menjauhi, mereka yang pernah terlibat kasus terorisme,” tuturnya.
(*)









Komentar