Ekspedisi Patriot UNDIP Soroti Infrastruktur Rusak di Kawasan Transmigrasi Basidondo Tolitoli

Kawasan Transmigrasi Basidondo

JURANEWS.ID, TOLITOLI – Tim I Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan pengabdian di Kawasan Transmigrasi Basidondo, Kabupaten Tolitoli, pada 19 September 2025.

Observasi lapangan menemukan masih banyak persoalan infrastruktur dasar yang menghambat aktivitas warga.

Jembatan gantung yang menjadi akses vital warga lapuk dan hampir roboh, sementara jembatan utama sudah putus sehingga warga harus memutar jalan hingga satu jam. Akses air bersih dan listrik juga belum merata, menambah beban masyarakat.

“Bagaimana ekonomi bisa maju kalau jalan saja rusak? Kalau jembatan terhubung, petani lebih mudah menjual hasil panennya,” ujar seorang warga.

Potensi Pertanian Besar

Mayoritas warga menggantungkan hidup dari pertanian dan perkebunan seperti kakao, kelapa, cengkeh, jeruk, kopi, jagung, hingga kelapa sawit. Namun, keterbatasan distribusi membuat hasil panen belum bernilai maksimal.

Rekomendasi UNDIP

Tim UNDIP merekomendasikan tiga langkah utama:

  1. Perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, air bersih, dan listrik.
  2. Penguatan komoditas unggulan dengan akses pasar dan pelatihan pengolahan hasil pertanian.
  3. Diversifikasi ekonomi melalui pelatihan keterampilan di luar sektor pertanian.

Ekspedisi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”.

Harapannya, pemerintah daerah dan pusat dapat menindaklanjuti agar Basidondo tumbuh menjadi contoh keberhasilan pembangunan transmigrasi di Sulawesi Tengah.

(*)

Komentar